Harga Bitcoin Melemah, Investor Kripto Diminta Waspadai Tekanan Makro

JAKARTA - Bitcoin kembali melemah menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pada hari ini, CoinMarketCap mencatat Bitcoin bertengger di level 87.300 dolar AS (Rp1,45 miliar).

Pelemahan ini dipicu menyusutnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed setelah data PDB Amerika Serikat kuartal III tumbuh kuat di 4,3 persen, jauh di atas perkiraan.

Kondisi tersebut membuat peluang pemotongan suku bunga dalam waktu dekat semakin kecil, sehingga mengurangi daya tarik aset berisiko seperti kripto, diperparah oleh penurunan volume dan open interest di pasar derivatif jelang akhir tahun.

Melihat tren tersebut, analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menilai volatilitas pasar kripto berpotensi meningkat selama periode libur Natal seiring menipisnya likuiditas perdagangan.

"Kondisi tersebut dapat memicu pergerakan harga yang lebih tajam, baik ke arah pemulihan jangka pendek maupun koreksi lanjutan, tergantung perkembangan sentimen makro global,” jelas Fyqieh dalam pernyataannya, Rabu, 24 Desember.

Ia mengimbau investor untuk tetap disiplin dalam menerapkan manajemen risiko. Karena menurutnya, dalam jangka pendek, pasar kripto masih rentan terhadap tekanan makroekonomi dan sinyal teknikal.

Sementara untuk jangka menengah hingga panjang, ia melihat prospek kripto tetap menarik apabila likuiditas global kembali longgar dan kebijakan moneter bergerak lebih akomodatif.

"Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar kini mencermati apakah akhir tahun ini akan diwarnai reli Natal yang berkelanjutan atau justru fase konsolidasi lanjutan sebelum pasar kripto kembali menemukan arah pergerakannya,” pungkasnya