Presiden Trump Bilang AS Butuh Greenland untuk Keamanan Nasional, Bukan Menguasai Mineral

JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan Amerika Serikat membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional, bukan untuk menguasai mineralnya.

"Kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional. Bukan untuk mineral. Kita memiliki begitu banyak lokasi untuk mineral dan minyak. Kita memiliki lebih banyak minyak daripada negara lain di dunia. Kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional," kata Presiden Trump kepada wartawan di kediamannya di Mar-a-Lago dekat West Palm Beach, Florida, melansir TASS (23/12)

"Dan jika Anda melihat Greenland, Anda melihat ke atas dan ke bawah pantai, Anda akan melihat kapal-kapal Rusia dan Tiongkok di mana-mana. Kita membutuhkannya untuk keamanan nasional. Kita harus memilikinya," tegasnya.

Namun, ia mengecam peran Denmark dalam urusan pulau tersebut. Presiden Trump menyatakan pendapat, Kopenhagen tidak mengalokasikan dana yang diperlukan untuk tujuan ini dan tidak memberikan "perlindungan militer" untuk Greenland.

"Mereka bilang Denmark pernah ke sana 300 tahun yang lalu atau lebih dengan perahu. Yah, kita juga pernah ke sana dengan perahu, saya yakin. Jadi, kita harus menyelesaikan semuanya," kata Presiden Trump, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Presiden AS Donald Trump. (Wikimedia Commons/The White House/Daniel Torok)

Sebelumnya, Presiden Trump pada Hari Minggu mengumumkan penunjukan Gubernur Negara Bagian Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus Amerika Serikat untuk Greenland, dikutip dari Anadolu.

Landry mengakui "betapa pentingnya Greenland" bagi keamanan nasional AS dan akan "dengan kuat" memajukan kepentingan negara tersebut untuk memastikan keselamatan dan keamanan sekutunya dan dunia yang lebih luas, tulis Presiden Trump di platform Truth Social miliknya.

Mengomentari penunjukan tersebut, Presiden mengklarifikasi inisiatif itu bukan berasal darinya.

Presiden Trump diketahui berulang kali menyatakan Greenland, wilayah otonom di dalam Denmark, harus bergabung dengan Amerika Serikat. Ia sebelumnya menggambarkan kepemilikan Greenland sebagai "kebutuhan mutlak" untuk keamanan ekonomi AS, membandingkan akuisisi tersebut dengan "kesepakatan real estat besar."

Namun, baik Denmark maupun Greenland telah menolak proposal apa pun untuk menjual wilayah tersebut, dengan pemerintah Denmark menegaskan kedaulatannya yang berkelanjutan atas pulau tersebut.

Kemerdekaan pulau itu menjadi isu utama dalam pemilihan parlemen Greenland pada Maret tahun ini. Jajak pendapat menunjukkan mayoritas penduduk Greenland menginginkannya, tetapi mereka belum memutuskan kapan dan bagaimana pemisahan diri akan terjadi.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan pada Bulan Januari menunjukkan hanya 6 persen dari populasi yang mendukung bergabung dengan Amerika Serikat.

Pada Bulan Mei, dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Presiden AS tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk menyelesaikan masalah Greenland. Meski, sebelumnya Wakil Presiden AS J.D. Vance meyakinkan pada akhir Maret, Pemerintah AS mengharapkan Greenland untuk memperoleh kemerdekaan dan bergabung dengan Amerika Serikat secara damai, dengan Washington tidak mengancam akan menggunakan kekuatan militer.