Bakal Ditunjuk Pramono Jadi Ketua Majelis Adat Betawi, Foke: Kagak Ada Pilihan

JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo merespons wacana penunjukkan dirinya sebagai ketua majelis adat Betawi yang akan dikukuhkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Lembaga ini nantinya akan menaungi seluruh organisasi masyarakat (ormas) Betawi yang ada di Jakarta. Pembentukan majelis adat Betawi ini menjadi salah satu rekomendasi hasil Kongres Istimewa Kaum Betawi tahun 2025 yang digelar pada 18 Oktober lalu.

Hal ini diungkapkan Foke dalam penyerahan hasil Kongres Istimewa Kaum Betawi kepada Pramono untuk ditindaklanjuti. Foke mengaku siap menjalankan tugasnya memimpin majelis adat kelak.

"Itu semuanya jadi beban saya, tanggung jawab saya nih. Tadi Pak Gubernur bisik-bisik, 'Ini Anda sanggup nih kalau dibebanin begini-begini?" Buat saya, "kagak ada pilihan Pak. Nanti saya ceritain di belakangan," kata Foke di Museum MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin, 15 Desember.

Foke yang juga Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) ini mengaku hasil kongres telah menjadi kesepakatan oleh mayoritas organisasi masyarakat (ormas) Betawi di Jakarta. Oleh sebab itu, Foke berharap Pramono segera menindaklanjuti pembentukan majelis adat Betawi.

"Pak Gubernur yang terhormat, yang kita mohon cuman satu. Tolong kukuhkan hasil keputusan kongres ini. Supaya lembaga adatnya bisa menjadi mitra sejajar dari Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta, untuk bersama-sama ngatur kampung kita Betawi, kota milik kita bersama-sama," tutur Foke.

Sebelumnya, Pramono mengaku akan menunjuk Foke sebagai ketua majelis adat Betawi. Pramono menegaskan, majelis adat Betawi akan berada pada posisi yang sejajar dengan Pemprov DKI dalam bentuk kemitraan untuk memajukan kebudayaan Betawi.

"Nanti memberikan kewenangan sepenuhnya kepada Bang Foke, Bapak Fauzi Bowo, sebagai orang yang disepakati. Semuanya tadi menyampaikan sami'na wa atho'na kepada Bang Foke, sehingga dengan demikian itulah yang menjadi pegangan saya sebagai Gubernur untuk menindaklanjuti," ujar Pramono.

Lebih lanjut, Pramono berjanji akan menyelesaikan proses pembentukan majelis adat Betawi sekaligus menentukan penamaan lembaga tersebut dalam pekan ini. Yang jelas, Pramono akan menerbitkan payung hukum kuat sebagai dasar pendirian majelis adat Betawi.

"Saya tahu pasti ini akan membuat kewibawaan lembaga ini di mata siapa pun menjadi sangat terhormat, sangat tinggi sekali. Yang paling penting adalah, kalau nanti sudah diputuskan, saudara-saudara sekalian harus betul-betul mengikuti itu," jelas Pramono.

"Saya secara pribadi maupun sebagai Gubernur Jakarta merasa bersyukur kalau kemudian masyarakat ataupun Kaum Betawi ini menjadi satu. Saya menganggap lembaga ataupun masyarakat adat Betawi ini sebagai partner, mitranya pemerintah Jakarta. Untuk itu, segera kami realisasikan," tambahnya.