Bagikan:

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan membentuk majelis adat Betawi. Lembaga ini nantinya akan menaungi seluruh organisasi masyarakat (ormas) Betawi yang ada di Jakarta.

Pembentukan majelis adat Betawi, ini menjadi salah satu rekomendasi hasil Kongres Istimewa Kaum Betawi tahun 2025 yang digelar pada 18 Oktober lalu.

Menurut Pramono, hal itu juga sejalan dari amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Di mana, diamanatkan budaya Betawi diletakkan sebagai budaya utama di Jakarta.

"Kalau itu terjadi terbentuk, maka saya yakin leverage atau kedudukan Kaum Betawi, Majelis Adatnya ini menjadi sangat dihormati oleh siapa pun," kata Pramono di Museum MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin, 15 Desember.

Pramono menegaskan, majelis adat Betawi akan berada pada posisi yang sejajar dengan Pemprov DKI dalam bentuk kemitraan untuk memajukan kebudayaan Betawi.

Dalam perencanaan pembentukannya, tokoh yang diusulkan untuk memimpin majelis adat Betawi adalah mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke). Pramono mengaku menyetujui usulan Foke sebagai ketua.

"Nanti memberikan kewenangan sepenuhnya kepada Bang Foke, Bapak Fauzi Bowo, sebagai orang yang disepakati. Semuanya tadi menyampaikan sami'na wa atho'na kepada Bang Foke, sehingga dengan demikian itulah yang menjadi pegangan saya sebagai Gubernur untuk menindaklanjuti," ujar Pramono.

Pramono berjanji akan menyelesaikan proses pembentukan majelis adat Betawi sekaligus menentukan penamaan lembaga tersebut dalam pekan ini. Yang jelas, Pramono akan menerbitkan payung hukum kuat sebagai dasar pendirian majelis adat Betawi.

"Saya tahu pasti ini akan membuat kewibawaan lembaga ini di mata siapa pun menjadi sangat terhormat, sangat tinggi sekali. Yang paling penting adalah, kalau nanti sudah diputuskan, saudara-saudara sekalian harus betul-betul mengikuti itu," jelas Pramono.

"Saya secara pribadi maupun sebagai Gubernur Jakarta merasa bersyukur kalau kemudian masyarakat ataupun Kaum Betawi ini menjadi satu. Saya menganggap lembaga ataupun masyarakat adat Betawi ini sebagai partner, mitranya pemerintah Jakarta. Untuk itu, segera kami realisasikan," tambahnya.