Riset DoubleVerify: 52 Persen Orang Indonesia Berbelanja melalui Social Commerce
JAKARTA - Sebuah laporan terbaru bertajuk 2025 Global Insights: How Consumers and Marketers Use Walled Gardens dari DoubleVerify mengungkapkan bahwa media sosial memiliki peran krusial dalam memengaruhi keputusan belanja seseorang.
Laporan yang dihasilkan dari survei terhadap 22.000 konsumen dan 1.970 pemasar global, termasuk Indonesia ini melihat sebanyak 52% konsumen Indonesia mengaku berbelanja melalui saluran media sosial dalam 12 bulan terakhir.
“Seiring pengiklan meningkatkan investasi di seluruh platform ini, mereka juga menuntut efektivitas dan akuntabilitas campaign,” kata CEO DoubleVerify, Mark Zagorski.
Untuk riset produk sebelum melakukan pembelian, 38% konsumen Indonesia menjadikan media sosial sebagai salah satu dari tiga alat riset utama, dengan mengandalkan online reviews (64%) dan menonton video reviews (55%) sebagai sumber utama informasi.
Baca juga:
- OpenAI Ingatkan Model Baru Berisiko Tinggi bagi Keamanan Siber, Siapkan Sistem Pertahanan Berlapis
- Era Quantum Safe Sudah Dimulai, IBM: Organisasi Harus Bersiap Sekarang
- Kolaborasi Opensignal dan Komdigi Dorong Peningkatan Standar Konektivitas Indonesia
- Xiaomi Tag Siap Tantang AirTag dan Galaxy SmartTag, Usung UWB dan Harga Super Murah
Adapun platform yang paling sering digunakan mingguan adalah YouTube (90%), Instagram (78%), dan Facebook (72%), menunjukkan adopsi media sosial yang sangat tinggi.
Saat memutuskan untuk membeli suatu produk, konsumen Indonesia paling banyak dipengaruhi oleh Mega Influencers (>1 juta pengikut) dengan 61%, dan Macro Influencers (100K–1 juta pengikut) dengan 63%.
“Kesimpulan dari Laporan Global Insights kami menjadi sangat jelas: meskipun walled gardens menjanjikan skala dan kinerja, nilai berkelanjutannya pada akhirnya bergantung pada transparansi dan kepercayaan,” pungkas Mark.