Netanyahu Pastikan Israel Bawa Pulang Satu Jenazah Sandera yang Masih di Gaza

JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel bertekad untuk membawa pulang satu jenazah sandera yang masih berada di Jalur Gaza, Palestina.

Berbicara dalam rapat pemerintah untuk menyetujui anggaran negara tahun 2026, PM Netanyahu mengatakan Israel "bertekad" untuk memulangkan jenazah Sersan Polisi Ran Gvili, sandera terakhir yang masih berada di Gaza.

"Kami bertekad untuk memulangkan Rani untuk dimakamkan di Israel dan akan berusaha sekuat tenaga untuk melakukannya," kata Netanyahu, sehari setelah jenazah sandera lainnya, Sudthisak Rinthalak, diserahkan ke Israel oleh kelompok militan Palestina melalui Palang Merah, melansir The Times of Israel (4/12).

"Saya dan istri saya terus berhubungan dengan keluarganya yang luar biasa. Kami akan memulangkannya sebagaimana kami memulangkan 254 sandera," tandasnya.

Gvili terbunuh dan diculik saat memerangi teroris di komunitas perbatasan Alumim pada pagi hari tanggal 7 Oktober 2023.

Diketahui, kelompok militan Palestina dan Israel menyepakati fase pertama gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober.

Berdasarkan kesepakatan, militan Palestina harus menyerahkan 20 sandera terakhir yang masih hidup, serta 28 jenazah sandera. melansir Al Arabiya dari AFP.

Dengan pemulangan terbaru, Rinthalak, sudah 27 jenazah dikembalikan. Sebagai imbalan, Israel telah membebaskan hampir 2.000 tahanan Palestina yang berada di bawah tahanannya dan mengembalikan jenazah ratusan warga Palestina yang telah meninggal.