JAKARTA - Penggunaan teknologi pengenalan wajah akan diperluas di seluruh kepolisian Inggris untuk membantu melacak penjahat, demikian pernyataan pemerintah pada Hari Kamis, seraya mengusulkan pembentukan badan baru untuk mengawasi penggunaannya.
Teknologi ini telah digunakan oleh Kepolisian Metropolitan London (The Met), yang telah melakukan 1.300 penangkapan menggunakan pengenalan wajah dalam dua tahun terakhir, termasuk pemerkosa, pelaku kekerasan dalam rumah tangga, dan pelaku kejahatan kekerasan, serta menemukan lebih dari 100 pelaku kejahatan seksual yang melanggar ketentuan lisensi mereka.
Namun, kelompok hak sipil Big Brother Watch menyebut rencana perluasan pengenalan wajah sebagai ancaman serius terhadap privasi.
"Hukum di Eropa melindungi publik dari pengawasan massal pengenalan wajah, tetapi Inggris merupakan pengecualian di dunia demokrasi dengan publik yang kini diawasi oleh kamera-kamera ini dan diperlakukan seperti tersangka hampir setiap hari," kata kelompok tersebut," melansir Reuters (4/12).
The Met menggunakan pengenalan wajah langsung di acara-acara besar seperti pertandingan sepak bola dan Karnaval Notting Hill untuk mengidentifikasi orang-orang dalam daftar pantauannya.
Teknologi ini juga membantu polisi dalam investigasi kriminal mencari rekaman dari ponsel, bel pintu video, dan CCTV dengan membandingkannya dengan basis data gambar orang-orang yang ditangkap.
Menteri Kepolisian Inggris Sarah Jones mengatakan, pengenalan wajah merupakan terobosan terbesar dalam menangkap penjahat sejak pencocokan DNA.
"Teknologi ini telah membantu menangkap ribuan penjahat berbahaya dari jalanan kita dan memiliki potensi besar untuk memperkuat cara polisi menjaga keamanan kita," ungkapnya.
"Kami akan memperluas penggunaannya agar kepolisian dapat memenjarakan lebih banyak penjahat dan menangani kejahatan di komunitas mereka," tandas Jones.
Big Brother Watch mengatakan pengawasan sudah di luar kendali, dengan lebih dari 7 juta orang di Inggris dan Wales dipindai oleh kamera pengenal wajah tahun lalu, menurut catatan kepolisian.
BACA JUGA:
"Pengenalan wajah langsung bisa menjadi akhir dari privasi seperti yang kita ketahui," kata Direktur Big Brother Watch Silkie Carlo, menambahkan dengan kemungkinan pemerintah menerapkan kartu identitas wajib dengan biometrik wajah, "kita sedang menuju negara pengawasan otoriter yang akan membuat Orwell berguling-guling di kuburnya".
Pemerintah Inggris mengatakan akan meluncurkan konsultasi selama 10 minggu untuk mengkaji manfaat teknologi tersebut dan langkah-langkah perlindungan yang diperlukan untuk menjamin kepercayaan publik, termasuk perlindungan privasi.
Pemerintah juga mengusulkan pembentukan badan tunggal untuk mengawasi dan mengatur penggunaan teknologi pengenalan wajah dan teknologi serupa oleh polisi.