JAKARTA - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pada Hari Selasa, Israel akan mengalihkan fokusnya ke pelucutan senjata Hamas dan demiliterisasi Jalur Gaza, setelah kembalinya sandera terakhir dari wilayah Palestina.
Netanyahu menekankan, tidak akan ada rekonstruksi di wilayah kantong Palestina itu hingga kedua misi, pelucutan senjata Hamas dan demiliterisasi Gaza, tersebut selesai.
Selain itu, Netanyahu juga berjanji untuk memblokir pembentukan Negara Palestina di Gaza, menegaskan Israel akan mempertahankan kendali keamanan atas Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, meskipun pengakuan internasional terhadap negara Palestina semakin meluas.
"Sekarang kami fokus pada penyelesaian dua tugas yang tersisa: melucuti senjata Hamas dan demiliterisasi Gaza dari senjata dan terowongan," kata Netanyahu dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, melansir Al Arabiya dari AFP (28/1).
"Ini akan dilakukan dengan cara mudah atau dengan cara sulit. Tetapi bagaimanapun juga, itu akan terjadi," lanjutnya.
"Saya bahkan sekarang mendengar klaim bahwa rekonstruksi Gaza akan diizinkan sebelum demiliterisasi, ini tidak akan terjadi," tandas Netanyahu.
Diketahui, rencana gencatan senjata Gaza yang disponsori AS, yang berlaku sejak 10 Oktober, menetapkan pengembalian semua sandera yang ditahan di wilayah tersebut pada fase pertama dan pelucutan senjata Hamas pada fase kedua.
Militer Israel (IDF) pada Hari Senin mengumumkan jenazah sandera terakhir yang masih berada di Gaza, Ran Gvili, telah ditemukan dan dibawa pulang ke Israel.
Meskipun Hamas mengatakan kembalinya jenazah Gvili menunjukkan komitmennya terhadap kesepakatan gencatan senjata, kelompok tersebut sejauh ini menolak untuk menyetujui peletakan senjata mereka.
Dalam pernyataannya pada Hari Selasa Netanyahu melanjutkan dengan mengatakan, pembentukan negara Palestina di Gaza "belum terjadi dan tidak akan terjadi," mengklaim telah "berulang kali menghalangi" implementasi paradigma dua negara.
BACA JUGA:
Perang di Gaza, yang telah menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut, mempercepat seruan internasional untuk pembentukan negara Palestina, dengan beberapa negara Barat tahun lalu mengambil langkah untuk secara resmi mengakui Palestina. negara.
Namun, Netanyahu menegaskan Israel akan terus "melakukan kontrol keamanan dari Sungai Yordan hingga laut, dan itu berlaku juga untuk Jalur Gaza."