JAKARTA - Perdana Menteri Israel mengatakan tidak ada yang baru dari Hamas, sementara Menteri Pertahanan Israel Katz mengancam akan menghancurkan Jalur Gaza, menanggapi pernyataan kelompok militan Palestina itu siap membebaskan sandera.
Hamas mengutarakan kesiapannya, setelah sebelumnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras agar seluruh sandera yang masih ada di Gaza dibebaskan.
Kantor Perdana Menteri (PMO) Benjamin Netanyahu menyebutnya "pemutaran lebih lanjut oleh Hamas, tanpa mengandung hal baru," dikutip dari The Times of Israel 4 September.
PMO menyatakan, perang dapat segera berakhir jika lima syarat terpenuhi: pembebasan semua sandera; pelucutan senjata Hamas; demiliterisasi Jalur Gaza; kontrol keamanan Israel di Gaza; "pembentukan pemerintahan sipil alternatif yang tidak mendoktrin teror, tidak menyebarkan teror dan tidak mengancam Israel."
"Hanya syarat-syarat inilah yang akan mencegah Hamas mempersenjatai kembali dan mengulangi pembantaian 7 Oktober berulang kali, sebagaimana yang secara terbuka dijanjikannya," kata kantor PM Israel.
Sementara itu, Menhan Katz memperingatkan Hamas akan segera menghadapi pilihan sulit: menerima syarat Israel untuk mengakhiri perang - termasuk pembebasan semua sandera dan pelucutan senjata - atau melihat Kota Gaza "menjadi seperti Rafah dan Beit Hanoun," menuduh kelompok itu terus "menipu dan mengucapkan kata-kata kosong."
Israel sendiri diketahui sedang mempersiapkan serangan yang diperluas untuk menaklukkan Kota Gaza.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Trump pada Hari Rabu mendesak Hamas segera membebaskan para sandera yang ditawan di Gaza, memperingatkan "situasi akan berubah dengan cepat."
BACA JUGA:
"Beri tahu Hamas untuk SEGERA mengembalikan semua 20 sandera (Bukan 2, 5, atau 7!), dan situasi akan berubah dengan cepat. INI AKAN BERAKHIR!" tulis Presiden Trump di akun Truth Social miliknya, dikutip dari Anadolu.
Sementara itu, Hamas dalam pernyataannya mengatakan masih menunggu tanggapan Israel atas proposal mediasi 18 Agustus, yang menyerukan pembebasan 10 dari 20 sandera yang diyakini masih hidup, dikutip dari ynetnews.
Kelompok itu menambahkan bahwa mereka siap untuk pertukaran penuh: "pembebasan semua tawanan Israel dengan imbalan sejumlah tahanan Palestina yang disepakati, berdasarkan perjanjian yang akan mengakhiri pertempuran, menarik pasukan Israel dari Gaza, membuka penyeberangan, dan memulai rekonstruksi."