Trump Bebaskan Anggota Kongres AS Terdakwa Kasus Suap Usai Beri Grasi Eks Presiden Honduras

JAKARTA - Presiden AS Donald Trump membebaskan seorang anggota Kongres dari Partai Demokrat yang terjerat kasus suap atau gratifikasi.

Trump berdalih pengampunan ini didasari sistem peradilan yang telah "dipersenjatai" oleh pendahulunya eks Presiden Joe Biden.

"Dengan ini saya mengumumkan PENGAMPUNAN penuh dan tanpa syarat saya kepada Anggota Kongres Texas tercinta, Henry Cuellar ... Saya tidak mengenal Anda, tetapi Anda dapat tidur nyenyak malam ini — Mimpi buruk Anda akhirnya berakhir!" kata Trump di platform Truth Social miliknya pada Rabu waktu setempat, dikutip dari AFP.

Cuellar dan istrinya telah menghadapi sejumlah tuduhan kasus suap senilai ratusan ribu dolar dari perusahaan minyak dan gas yang sebagian dimiliki oleh Pemerintah Azerbaijan.

Kasus ini bergulir berdasarkan tuduhan dari jaksa penuntut umum (JPU) AS.

Pasangan itu telah membantah tuduhan yang kasusnya telah masuk persidangan sejak April 2025.

"Saya ingin berterima kasih kepada Presiden Trump atas kepemimpinannya yang luar biasa dan atas waktu yang telah ia luangkan untuk melihat fakta-faktanya," kata Cuellar menanggapi pengampunan tersebut dalam sebuah unggahannya di X pada Rabu waktu setempat.

Trump, tanpa memberikan bukti-bukti dalam pembelaanya terhadap Cuellar dan istrinya mengatakan, Pemerintahan eks Presiden Joe Biden telah "mempersenjatai Sistem Peradilan untuk melawan lawan-lawan politik mereka."

Dia menambahkan bahwa Cuellar telah berbicara menentang "Perbatasan Terbuka dan 'Bencana' Perbatasan Biden."

Trump, yang juga terjerat kasus hukum di masa lalunya, sejak menjabat untuk masa jabatan kedua tahun ini, telah memberikan beberapa pembebesan kasus hukum terhadap sejumlah tokoh politik.

Salah satunya mantan Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandez, yang divonis hukuman 45 tahun penjara dibebaskan dari lembaga pemasyarakatan Virginia Barat pada Senin pekan ini. Hernandez sebelumnya terbukti menyelundupkan 400 ton kokain dari Honduras ke AS.

Trump sebelumnya juga pernah menawarkan bantuan hukum kepada seorang politisi Demokrat, dengan memberikan pengampunan kepada Gubernur Illinois Rod Blagojevich atas kasus korupsi politik pada Februari 2025.