Masih Jauh dari Target, Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan Baru Rp7,45 Triliun
JAKARTA - Realisasi investasi di sektor kelautan dan perikanan (KP) diperkirakan baru sebesar Rp7,45 triliun hingga triwulan III-2025. Padahal, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan nilai investasi di sektor tersebut bisa mencapai Rp13,11 triliun hingga akhir tahun.
Artinya, masih dibutuhkan sekitar Rp6 triliun lagi untuk mewujudkan target tersebut di sisa waktu 1,5 bulan ini.
Hal itu sebagaimana disampaikan Sekretaris Jenderal KKP Rudy Heriyanto Adi Nugroho dalam Acara Investment and Business Matching bertajuk "Accelerate National Economic Growth Through Downstreaming of Fisheries di Jakarta, Kamis, 20 November.
"Pada 2025, sektor kelautan dan perikanan telah menargetkan investasi sebesar Rp13,11 triliun. Pada triwulan III-2025, realisasi investasi diperkirakan telah mencapai Rp7,45 triliun. Oleh karena itu, kami perlu mendorong investasi sektor kelautan dan perikanan agar dapat terwujud sesuai target yang telah ditetapkan," ujar dia.
Adapun berdasarkan perhitungan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, dibutuhkan investasi PMA dan PMDN sebesar Rp13.033 triliun selama 2025-2029 demi mewujudkan target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen.
Baca juga:
Oleh karena itu, KKP pun telah meningkatkan target investasi di sektor kelautan dan perikanan menjadi sebesar Rp79,21 triliun dalam kurun waktu 2025-2029.
"Peran serta swasta dalam merealisasikan investasi sangat signifikan untuk menggerakkan perekonomian nasional," katanya.
Melalui forum tersebut, Rudy mengundang perwakilan duta besar, mitra dagang negara sahabat dan para investor untuk berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
Menurut dia, Pemerintah RI berkomitmen untuk memberikan kemudahan perizinan, insentif, keamanan dan kestabilan iklim politik, konektivitas serta sumber daya manusia (SDM) terampil sebagai tenaga kerja.
"Melalu kegiatan ini, KKP ingin mendorong tercapainya kesepakatan bisnis dan realisasi investasi sektor kelautan dan perikanan di Indonesia," imbuhnya.