Polisi London Tangkap Lebih dari 140 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Operasi Jelang Natal

JAKARTA - Kepolisian London menangkap lebih dari 140 pelaku kejahatan dan tindakan antisosial di Kawasan West End dalam operasi penindakan sepekan terakhir.

Lebih dari 100 petugas tambahan dikerahkan sebagai bagian dari Operasi Baselife, operasi penindakan yang dipimpin intelijen selama seminggu terhadap pelanggaran seperti pencurian ponsel, pengutilan, kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, serta perilaku antisosial lainnya.

Operasi ini merupakan bagian dari peningkatan aktivitas polisi di titik-titik rawan kejahatan karena Kepolisian Metropolitan sedang menyasar para pelaku kejahatan yang gencar.

Ibu kota Inggris ini dalam beberapa tahun terakhir telah diganggu oleh pencuri sepeda motor yang merampas ponsel dari korban yang tidak menaruh curiga, hingga geng "pencuri Rolex" yang memukuli pemilik jam tangan mewah.

"Operasi ini menunjukkan bahwa menyasar pelaku kejahatan yang gencar di daerah rawan kejahatan berhasil. Pendekatan berbasis intelijen kami memungkinkan kami memecahkan dua kali lipat kasus pencurian di toko dan membebaskan ratusan pelaku dari jalanan," jelas Inspektur Natasha Evans, yang memimpin operasi Met di West End London.

"Melalui tindakan intensif ini, kami terus memastikan West End tetap menjadi tempat yang aman dan ramah bagi warga, pelaku bisnis, dan jutaan pengunjung yang datang ke sini setiap bulan," lanjutnya.

"Kami akan menggandakan operasi sebelum Natal, karena West End memasuki salah satu periode tersibuknya. Petugas setempat, tim spesialis, dan teknologi seperti pengenalan wajah langsung akan berfokus pada area dengan tingkat kejahatan tertinggi untuk terus menekan angka kejahatan," tandasnya.

Di antara mereka yang ditangkap selama Operasi Baselife, yang berlangsung selama seminggu sejak 3 November, terdapat dua pencuri ponsel yang beraksi di arena seluncur es di Leicester Square dan dua pria yang tertangkap mengemudikan kendaraan curian di Paddington.

Aparat Kepolisian London. (Wikimedia Commons/Philius)

Operasi dilakukan dengan petugas bekerja bekerja pada waktu dan tempat tertentu yang mereka yakini sebagai lokasi paling mungkin terjadinya pelanggaran, dengan tim berseragam dan penyamaran bekerja untuk menyasar pelaku yang sering melakukan pelanggaran.

Petugas didukung oleh tim spesialis seperti "pencegat" yang sebagian besar menyasar perampokan dan pencurian yang melibatkan mobil, moped, dan sepeda listrik. Unit Kepolisian Marinir juga melakukan patroli di Sungai Thames.

Met menyatakan, antara 1 April dan 29 Oktober, petugas berhasil mencapai penurunan dalam beberapa jenis kejahatan di West End dibandingkan periode yang sama tahun lalu, termasuk kejahatan di lingkungan sekitar yang turun sebesar 20,7 persen, kejahatan dengan pisau turun sebesar 22,3 persen, perampokan pribadi turun sebesar 14,1 persen, dan pencurian dari kendaraan turun sebesar 19 persen.

Menurut data yang dikumpulkan oleh perusahaan asuransi SquareTrade pada Bulan Juli, hampir 40 persen dari seluruh pencurian ponsel di 12 pasar Eropa perusahaan tersebut terjadi di Inggris, meskipun Inggris hanya menyumbang 10 persen dari total pelanggannya di Eropa.

Tahun lalu, Kepolisian Metropolitan London mengatakan sekitar 80.000 ponsel dicuri di London dan sejauh ini tahun ini jumlahnya telah mencapai 45.000.

Penemuan 1.000 iPhone di sebuah gudang dekat Bandara Heathrow London dalam operasi terpisah awal tahun ini berhasil mengungkap dugaan geng penyelundupan internasional.

Investigasi yang dimulai Desember lalu berhasil menangkap pencuri jalanan, pengedar, dan pengurus, termasuk dua pemimpin geng dari Afghanistan. Polisi yakin mereka berhasil menggagalkan jaringan kriminal besar yang diduga menyelundupkan hingga 40.000 ponsel curian dari Inggris ke Tiongkok dalam 12 bulan terakhir.

Dikatakan, petugas menangkap sekitar 1.000 penjahat lebih banyak setiap bulan dibandingkan tahun lalu dan telah memecahkan 92 persen lebih banyak kasus pencurian di toko tahun ini.