Menperin Agus Resmikan Gedung BPIPI di Sidoarjo untuk Tingkatkan Daya Saing Industri Alas Kaki
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan Balai Pemberdayaan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa, 4 November.
Agus menyebut, BPIPI berfungsi untuk meningkatkan kompetensi, standardisasi dan daya saing industri alas kaki nasional.
Fungsi BPIPI sejalan dengan kebijakan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang dirancang sebagai cetak biru industrialisasi Indonesia.
"Pembangunan Gedung BPIPI di Kabupaten Sidoarjo merupakan langkah nyata Kemenperin dalam memajukan industri dalam negeri," ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 5 November.
Agus menjelaskan, Gedung BPIPI telah menerapkan implementasi Bangunan Gedung Hijau (BGH). Pembangunan Gedung BPIPI tersebut bertujuan menciptakan bangunan ramah lingkungan dan manfaat berkelanjutan melalui pemanfaatan hemat energi, pengolahan limbah, kualitas udara dan pencahayaan alami.
"Diharapkan, gedung ini dapat memberikan manfaat optimal dengan menciptakan lingkungan kerja sehat, co-working space bersahabat, workshop nyaman, sehingga dapat mendukung inovasi layanan publik dan meningkatkan kreativitas dalam pengembangan produk IKM alas kaki," katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menuturkan, pembangunan gedung BPIPI dimulai sejak Agustus 2024 hingga September 2025.
Gedung itu dibangun di atas lahan seluas 14.044 meter persegi dan saat ini dalam proses pemenuhan persyaratan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) serta penghitungan penentuan Gedung Bangunan Hijau (GBH) dalam kurun waktu enam bulan ke depan.
Dengan adanya gedung baru, lanjut Reni, Kemenperin semakin optimistis BPIPI akan memberikan inovasi layanan publik yang ditunjang melalui enam layanan utama, yaitu pendampingan teknis IKM alas kaki; pendampingan sistem mutu; pengujian alas kaki; inkubator bisnis; Indonesia Footwear Network; dan sertifikasi profesi.
"Layanan BPIPI kami sebutkan merupakan bagian inklusif dari rencana implementasi SBIN yang digagas oleh Bapak Menteri Perindustrian. BPIPI hadir sebagai enabler factors industri alas kaki Tanah Air untuk pengembangan inovasi & standarisasi produk, peningkatan kompetensi SDM industri serta pengembangan jejaring ekosistem alas kaki nasional," pungkasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan data BPS, jumlah industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki skala kecil tercatat berjumlah 53.333 unit usaha dengan penyerapan sebanyak 159.454 tenaga kerja.
Baca juga:
Sementara untuk skala menengah dan besar tercatat 737 unit usaha dengan penyerapan sebanyak 571.156 tenaga kerja.
Kinerja ekspor alas kaki nasional pada periode Januari-Agustus 2025 pun tercatat sebesar 5,16 miliar dolar AS, tumbuh 11,89 persen dibandingkan pada periode sama tahun 2024 sebesar 4,61 miliar dolar AS.
Indonesia kini menempati posisi ke-6 eksportir alas kaki dunia, yang mana Amerika Serikat (AS) menjadi tujuan ekspor terbesar, disusul Uni Eropa dan sejumlah negara non-tradisional yang terus berkembang.