Respons Kasus Ammar Zoni, DPR Usul Semua Bandar Narkoba Dipindah ke Nusakambangan

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, menilai pemindahan artis Ammar Zoni yang diduga terlibat peredaran narkoba dari dalam rumah tahanan (rutan) ke Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah, memang harus dilakukan. Ia bahkan mengusulkan semua bandar narkoba dipindah ke Lapas Nusakambangan.

"Supaya mereka tidak bisa lagi menggerakkan bisnis narkobanya dari dalam lapas," ujar Sugiat kepada wartawan, Jumat, 17 Oktober.

Bukan hanya Ammar Zoni, Sugiat juga meminta pengusutan terkait adanya petugas lepas yang ikut terlibat.

"Kan tidak mungkin itu hanya disebut kelalaian dari petugas lapas, pasti ada indikasi keterlibatan petugas lapas mem-backup itu," kata Legislator Gerindra itu.

Pimpinan komisi bidang HAM itu juga mendukung langkah yang diambil oleh Menteri Imipas Agus Andrianto untuk menertibkan lapas dari tindak kejahatan.

"Memang kan sejak awal dilantiknya Pak Agus dia punya komitmen untuk menertibkan lapas dan rutan dari tindak kejahatan yang selama ini ditudingkan lah, seperti peredaran narkoba, penipuan online," ungkap Sugiat.

Diketahui, aktor sekaligus terpidana kasus narkoba Ammar Zoni dipindah ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) setelah ketahuan mengedarkan sabu dan ganja dari dalam Rutan Salemba, Jakarta Pusat.

Ammar Zoni telah empat kali tersandung kasus narkoba, termasuk terakhir mengedarkannya di dalam rutan. Ia dipindah bersama lima narapidana lainnya dari Jakarta.

Ammar Zoni ditempatkan di Lapas Super Maximum Security Karanganyar, dengan harapan dapat mengubah perilakunya menjadi warga binaan yang lebih baik, sesuai tujuan sistem permasyarakatan.

"Setiap warga binaan high risk lainnya yang dipindahkan ke Nusakambangan, mereka juga akan ditempatkan di lapas super-maximum dan maximum security, dengan harapan mereka menjadi warga binaan yang lebih baik" kata Rika Kasubdit Kerja Sama Ditjenpas Rika Aprianti, Kamis, (16/10).