Luhut Binsar Pandjaitan Luncurkan Buku Perjalanan Hidupnya dalam Memori Hari Ini, 7 Oktober 2022

JAKARTA – Memori hari ini, tiga tahun yang lalu, 7 Oktober 2022, buku biografi Luhut Binsar Pandjaitan berjudul LUHUT karya Noorca M. Massardi resmi diluncurkan. Peluncuran itu buat luhut yang notabene Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) senang bukan main.

Luhut menceritakan isi bukunya banyak berkutat pada pengalaman masa kecil. Sebelumnya, Luhut bukan orang baru dalam dunia politik Indonesia. Ia sudah masuk politik jadi menteri pada zaman pemerintahan Gus Dur, kemudian era Joko Widodo (Jokowi).

Karier Luhut sebagai prajurit TNI Angkatan Darat gemilang. Ia lulusan terbaik dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) pada 1970. Narasi itu membuatnya meraih penghargaan Adhi Makayasa. Hasilnya kariernya sebagai prajurit mulus.

Ia pernah merasakan berbagai macam jabatan penting TNI Angkatan Darat. Belum lagi peran besarnya di dalam Kopassus. Jabatan terakhirnya Komandan Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklat TNI AD) era 1997-1998. Namun, itu bukan akhir perjalanan karier Luhut.

Ia kemudian banting stir dari militer ke politik. Ia pernah jadi Duta Besar Singapura era Habibie 1999-2000. Ia kemudian dipercayakan oleh Gus Dur menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan era 2000-2001.

Ia mencoba menepi dari dunia politik di era pemerintahan selanjutnya. Belakangan nama Luhut kembali populer di era pemerintahan Jokowi. Luhut kembali dipercaya jadi menteri. Ia pernah merasakan hangatnya kursi menteri.

Jabatan strategis itu membuat Luhut dikenal sebagai figur yang serius. Belum lagi karena gaya bicara yang ceplas-ceplos luhut yang kadang kala memancing kontroversi. Problema itu membuat adik luhut, Nurmala Kartini Sjahrir punya ide membuatkan buku biografi Luhut.

Kartini kemudian menggandeng Noorca M. Massardi sebagai penulis. Namun, keinginan Kartini bukan menuliskan buku biografi biasa. Suatu buku yang tak hanya memuat jejak keberhasilan belaka. Ia ingin buku itu menangkap suluruh sisi lain dari Luhut. Kisah-kisah masa kecil hingga kejenakaan seorang luhut jadi poin utama.

“Tahun lalu ibu saya Nurmala Kartini Sjahrir menceritakan idenya untuk membuat sebuah buku untuk Tulang saya, Luhut Binsar Pandjaitan. Sebuah ide yang tentu saya dukung dan juga apresiasi atas hal ini. Setahun berselang ide tersebut diterbitkan menjadi sebuah buku biografi yang luar biasa karena dikerjakan dengan hati.”

“Buku yang banyak bercerita tentang karir Pak Luhut sebagai prajurit, duta besar, menteri, negarawan, dan yang paling penting sebagai seorang ayah, suami dan juga Tulang buat saya pribadi. Buku ini juga punya banyak cerita jenaka yang jarang diketahui publik. Menkopolhukam hingga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi,” ujar anak dari Kartini, Pandu Sjahrir (kini: petinggi Danantara) dalam akun facebooknya, 7 Oktober 2022.

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kanan), Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (tengah), Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kiri), Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kedua kiri), Menkopolhukam Mahfud MD (kedua kanan) berbincang saat hadir dalam acara peringatan hari ulang tahun Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Kamis (28/9/2023). Perayaan ulang tahun ke-76 Luhut Binsar Pandjaitan tersebut dirayakan dengan peluncuran buku yang berjudul Luhut Binsar Pandjaitan di Mata Kita-kita. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym)

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Luhut Binsar Pandjaitan beserta tamu undangan mengelar peluncurkan buku Luhut karya Noorca M. Massardi di The Dharmawangsa Hotel, Jakarta Selatan pada 7 Oktober 2022.

Luhut pun bercerita bahwa buku biografinya justru banyak memuat kisah-kisah yang tak diketahui banyak orang. Pengalaman luhut masa kecil banyak dituangkan dalam buku, dari berkelahi hingga dikejar babi.

Selebihnya, peran Luhut dari militer hingga birokrat diangkat sekenanya. Luhut pun menganggap karya itu bukan sekedar buku tetapi memori dari kehidupan. Isinya membuat Luhut mampu menjelajahi indahnya pengalaman masa lalu.

“Kita sangat dekat dulu, tapi Kartini lemah dan menurut saya tidak pintar-pintar banget tapi setelah melihat dia menyelesaikan kuliah di Universitas Indonesia, ternyata adik saya hebat banget. Saya suka ngajak Kartini main di hutan belakang rumah, sampai suka dikejar babi liar di sana. Saya suka berkelahi dulu juga diceritalan juga oleh dia. Terimakasih Kar isinya sangat luar biasa. Ini adalah memori of life,” ungkap Luhut sebagaimana dikutip laman tempo.co, 7 Oktober 2022.