Proyek Jalan Tol Pertama Era Prabowo Segera Dibangun, Nilai Investasinya Tembus Rp12,3 Triliun

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan Perjanjian Regres pada Pengusahaan Jalan Tol Bogor–Serpong via Parung.

Kehadiran tol tersebut nantinya akan membuat perjalanan BSD ke Bogor hanya memakan waktu 45 menit.

Jalan Tol Bogor–Serpong via Parung akan dibangun oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Bogor Serpong Infra Selaras (BSIS).

BSIS dibentuk oleh konsorsium dengan porsi saham PT Persada Utama Infra 52 persen, PT Jasa Marga (Persero) Tbk 25 persen, PT Adhi Karya (Persero) Tbk 12 persen dan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) 10 sebesar 10 persen.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Wilan Oktavian mengatakan, jalan tol itu merupakan prakarsa badan usaha atau unsolicited yang telah melalui tahapan proses cukup panjang.

"Prakarsa dilanjutkan dengan pengadaan pada dan diikuti dengan beberapa tahapan, antara evaluasi teknis, finansial, dan legal. Hingga akhirnya penetapan pemenang pada Juli 2024," ucap Wilan dalam acara Penandatanganan PPJT Tol Bogor–Serpong di kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat, 3 Oktober.

Wilan menyebut, prosesi penandatanganan tersebut dapat dilakukan menyusul keluarnya surat keputusan kelayakan lingkungan hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH). Dengan ditekennya PPJT, proyek itu bisa segera dimulai.

"Berdasarkan rencana implementasi yang telah disusun bersama, pembangunan tol ini dijadwalkan akan dimulai dengan pengadaan tanah dan diharapkan konstruksinya dapat dimulai pada Oktober 2026 dan ditargetkan selesai Agustus 2028. Untuk mencapai target tersebut, insyaallah pengadaan tanahnya akan kami mulai di awal 2026 ini," kata dia.

Sedangkan dari sisi finansial, kata Wilan, investasi dari proyek tersebut mencapai Rp12,35 triliun.

Dia bilang, dana tersebut sepenuhnya berupa dukungan dari badan usaha.

"Biaya investasi ini merupakan keseluruhan biaya pembangunan jalan Tol Bogor–Serpong baru yang mengikuti perencanaan teknis, pengadaan tanah, konstruksi hingga pengoperasian insyaallah tanpa menggunakan APBN," terang Wilan.

Dia menjelaskan, proyek tol tersebut masuk ke dalam skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU), dengan menggunakan metode bangun guna serap yang telah banyak dilaksanakan dalam pembangunan jalan tol Indonesia.

"Pembangunan jalan tol ini diharapkan dapat mendukung konektivitas di Jabodetabek, mendorong pengembangan kawasan sepanjang koridor, menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru serta memberikan dampak multiplier efek positif bagi perekonomian regional, terutama di Jabodetabek dan sekitarnya," jelas dia.

Untuk diketahui, proyek Jalan Tol Bogor–Serpong via Parung rencananya akan memiliki panjang 32,03 kilometer (km).

Jalan tol itu terdiri dari 27,83 km di provinsi Jawa Barat, 4,2 km di Provinsi Banten dan terbagi menjadi 4 seksi.

Rinciannya, Seksi 1 Junction Salabenda sampai Simpang Susun (SS) Pondok Udik sepanjang 3,97 km. Seksi 2 Simpang Susun Pondok Udik sampai Simpang Susun Putat Nutug sepanjang 9,27 km.

Kemudian ada Seksi 3, Simpang Susun Putat Nutug sampai Simpang Susun Rumpin sepanjang 8,23 km.

Terakhir ada Seksi 4, Simpang Susun Rumpin sampai Junction Serpong sepanjang 10,56 km.