20 Waktu yang Dilarang Berjima Menurut Islam, Wajib Tahu!

YOGYAKARTA - 20 waktu yang dilarang berjima dalam Islam penting untuk dipahami oleh pasangan muslim. Sebab, jika tetap dilakukan, maka suami istri Muslim dapat menerima konsekuensi berupa dosa besar dan kafarat atau denda.

Dalam Islam, jima’ merupakan hubungan badan suami istri. Bagi suami istri yang melakukan hubungan badan akan mendapatkan pahala jika membaca doa sebelum mengamalkannya dan dilakukan pada waktu yang disunnahkan atau dianjurkan.

20 Waktu yang Dilarang Berjima

Berdasarkan Qur’an dan Hadits, berikut adalah 20 waktu yang dilarang berjima:

Siang Hari di Bulan Ramadan

20 waktu yang dilarang berjima menurut Islam salah satunya yaitu pada siang hari di bulan Ramadan. Selama bulan Ramadan, umat Islam yang berpuasa wajib menahan diri dari makan, minum, dan hubungan seksual dari fajar hingga terbenamnya matahari. Hal ini seperti yang disebutkan dalam hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

Beliau menyampaikan bahwasanya seorang laki-laki mendatangi Rasulullah dan berkata, "Celakalah aku, wahai Rasulullah!" Nabi SAW bertanya, "Apakah yang telah mencelakakanmu?" Lelaki itu menjawab, "Aku telah menyetubuhi istriku di (siang hari) bulan Ramadhan." Lalu, Rasulullah SAW menanyakan kesanggupannya untuk membayar kafarat bersetubuh di siang bulan Ramadan. (HR. Muslim)

Nifas

Wanita yang sedang mengalami nifas (setelah melahirkan) dianggap dalam keadaan junub (tidak suci), sehingga hubungan suami istri tidak diperkenankan selama periode ini. Setelah periode ini selesai, mereka harus mandi besar (mandi junub) sebelum berhubungan kembali.

Haid (Menstruasi)

Hubungan suami istri diharamkan selama wanita sedang mengalami haid. Setelah haid selesai, sang istri harus mandi besar sebelum kembali berhubungan. Dalil larangan ini dapat dilihat dalam surah Al-Baqarah ayat 222, yaitu:

"Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: 'Haidh itu adalah suatu kotoran'. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."

Melaksanakan Tawaf

Tawaf adalah salah satu ritual mengelilingi Ka'bah dalam ibadah haji dan umrah. Selama menjalani tawaf, hubungan suami istri tidak dianjurkan. Dalil larangan ini ada dalam surah Al-Baqarah ayat 197, yang berbunyi:

"(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal."

I'tikaf di Masjid

I'tikaf adalah salah satu bentuk ibadah di mana seseorang mengisolasi diri dalam masjid untuk beribadah dan merenung selama beberapa hari, khususnya pada 10 terakhir bulan Ramadan. Selama i'tikaf, hubungan suami istri tidak diperkenankan. Dalil larangan ini ada dalam surah Al-Baqarah ayat 187, yaitu:

"Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa."

Awal, Pertengahan dan Akhir Bulan

20 waktu yang dilarang berjima menurut Islam salah satunya yaitu pada saat awal, pertengahan, dan akhir bulan. Hal ini disampaikan Ibnu Yamun: “Dilarang senggama (menurut pendapat yang masyhur) di malam hari raya Idul Adha, Demikian pula di malam pertama pada setiap bulan. Di malam pertengahan pada setiap bulan, Begitu pula di malam terakhir pada setiap bulan.” Hal itu berdasarkan pada sabda Rasulullah Saw.: “Janganlah kamu bersenggama pada malam permulaan dan pertengahan bulan”

Periode Kehamilan yang Berisiko

Dalam beberapa situasi, jika kehamilan berisiko atau ada kemungkinan membahayakan kesehatan ibu atau janin, maka hubungan suami istri dapat ditangguhkan agar kesehatan dan keselamatan tetap terjaga.

Datang Diam-Diam Kepada Istri

20 waktu yang dilarang berjima menurut Islam salah satunya adalah pada saat malam hari sang suami datang tanpa menyampaikan kabar kepada istrinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang dari kalian datang pada malam hari maka janganlah ia mendatangi istrinya. (Berilah kabar terlebih dahulu) agar wanita yang ditinggal suaminya mencukur bulu-bulu kemaluannya dan menyisir rambutnya” (HR. Bukhari no. 5246 dan Muslim no. 715).

Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam melarang seseorang mendatangi istrinya di malam hari untuk mencari-cari tahu apakah istrinya berkhianat kepadanya atau untuk mencari-cari kesalahannya” (HR. Muslim no. 715).

Suami Mengonsumsi Minuman Keras

20 waktu yang dilarang berjima menurut Islam salah satunya yaitu pada saat suami tengah mengonsumsi minuman keras. Berjima yang dilakukan pada waktu tersebut akan mengundang dosa besar dan sanksi karena merusak ibadah yang sedang dilakukan.

Saat Terbit Fajar hingga Matahari Terbit

20 waktu yang dilarang berjima menurut Islam salah satunya yaitu pada saat terbit fajar sampai matahari terbit. Hukum melakukan jima pada saat terbit fajar hingga matahari terbit adalah makruh.

Malam Rabu

20 waktu yang dilarang berjima menurut Islam salah satunya yaitu pada saat malam Rabu. Pada malam Rabu ini jika melakukan hubungan suami istri atau jima’, maka hukumnya makruh. Makruh dalam hukum Islam, adalah yang dilarang tetapi tidak terdapat konsekuensi jika melakukannya.

Awal Malam

20 waktu yang dilarang berjima menurut Islam salah satunya yaitu pada saat awal malam. Hukum melakukan jima pada saat awal malam ini adalah makruh.

Antara Azan dan Iqamat

20 waktu yang dilarang berjima menurut Islam salah satunya yaitu pada saat antara adzan dan iqamat. Dalam Islam dijelaskan bahwa pada saat antara adzan dan iqamat, umat Muslim harus mampu menahan dari hal-hal yang dapat mendatangkan dosa.

Saat Terjadi Angin Hitam, Angin Merah, Atau Angin Kuning

20 waktu yang dilarang berjima menurut Islam salah satunya adalah pada saat terjadi angin hitam, angin merah, ataupun angin kuning. Hukum melakukan jima atau bersenggama pada saat terjadi angin hitam, angin merah, maupun angin kuning adalah makruh.

Saat Gerhana Matahari Atau Gerhana Bulan

20 waktu yang dilarang berjima menurut Islam salah satunya yaitu pada saat gerhana matahari atau gerhana bulan. Hukum melakukan jima pada saat gerhana matahari atau gerhana bulan yaitu makruh.

Saat Gempa Bumi

20 waktu yang dilarang berjima menurut Islam salah satunya yaitu pada saat gempa bumi. Sebab, secara akal logika, keselamatan nyawa pada saat ini lebih utama.

Malam Nisfu Sya’ban

20 waktu yang dilarang berjima menurut Islam salah satunya yaitu pada saat malam Nifsu Sya’ban. Hukum melakukan jima pada saat malam Nifsu Sya’ban adalah makruh.

Pada Malam Idul Fitri dan Idul Adha

20 waktu yang dilarang berjima menurut Islam salah satunya yaitu pada saat malam Idul Fitri dan Idul Adha. Hukum melakukan jima pada saat malam Idul Fitri dan Idul Adha adalah makruh.

Saat Perjalanan

20 waktu yang dilarang berjima menurut Islam salah satunya yaitu pada saat melakukan perjalanan jauh. Hukum melakukan jima pada saat melakukan perjalanan jauh adalah makruh.

Tidak Membaca Doa

Sebelum melakukan jima, sebaiknya diawali dengan doa. Rasulullah saw. bersabda: “Apabila salah seorang mereka akan menggauli istrinya, hendaklah ia membaca: ‘Bismillah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami’. Sebab jika ditakdirkan hubungan antara mereka berdua tersebut membuahkan anak, maka setan tidak akan membahayakan anak itu selamanya.” (Shahih Muslim No.2591)

Demikianlah ulasan tentang 20 waktu yang dilarang berjima. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.