Penjualan Subaru Terpuruk di September, Ironisnya Sedan Legacy yang Disuntik Mati Justru Jadi Pahlawan

JAKARTA - Pada April 2024, Subaru of America secara resmi mengumumkan mengakhiri produksi sedan menengah Legacy di pabriknya di Lafayette, Indiana mulai 12 September 2025 yang ditutup dengan model tahun 2025. Siapa sangka model yang sudah tidak lagi diproduksi ini kini jadi incaran pembeli. 

Subaru of America mencatat penjualan kendaraan di September 2025 yang sangat buruk, dengan total penjualan anjlok 18,5 persen dibandingkan tahun lalu.

Di tengah laporan penjualan yang suram, muncul satu-satunya anomali yang mencolok di mana model Legacy berhasil menjadi satu-satunya kendaraan yang membukukan kenaikan penjualan tahun-ke-tahun. Ironisnya, kenaikan sebesar 8,3 persen ini terjadi hanya beberapa minggu setelah Subaru resmi mengakhiri produksi sedan Legacy di Amerika.

Dilansir dari Carscoops, Kamis, 2 Oktober, nasib tragis tidak hanya menimpa model yang sudah tua, tetapi juga model-model penting lainnya. Sedan performa WRX terjun bebas 51,8 persen, dengan hanya 640 unit terjual atau jauh di bawah Legacy yang sudah disuntik mati. Bahkan kendaraan listrik andalan mereka, Solterra, gagal memanfaatkan euforia konsumen yang terburu-buru mendapatkan kredit pajak yang kedaluwarsa, dengan penjualannya anjlok 58,8 persen menjadi 443 unit. Selain itu, coupe sporty BRZ hanya menemukan 177 pembeli, jauh tertinggal dari rivalnya, Toyota GR86.

Kekhawatiran industri semakin mendalam melihat strategi penetapan harga Subaru ke depan. Model-model yang akan diperkenalkan pada tahun 2026 menghadapi kenaikan harga yang signifikan, yang dikhawatirkan akan semakin menekan permintaan. Contohnya adalah BRZ 2026 yang lebih mahal 2.650 dolar AS dari pendahulunya, dan SUV Ascent yang terus membebani penjualan setelah membukukan penurunan 47,1 persen dan juga akan menjadi lebih mahal.

Fokus utama kekhawatiran tertuju pada model terlaris kedua mereka, Outback. Meskipun penjualan Outback turun 11,3 persen, posisinya sebagai tulang punggung perusahaan terancam oleh versi redesigned 2026. Outback baru dijadwalkan tiba dengan harga dasar yang melompat hingga 5.000 dolar AS lebih tinggi, dimulai dari 34.995 dolar AS (setara Rp581 juta). Kenaikan harga yang besar ini, ditambah dengan desain baru yang disebut-sebut menyerupai truk keluarga lawas, berpotensi memberikan pukulan serius pada popularitas model wagon tersebut.