ASDP Buka Jalur Khusus Angkutan B3, Pisahkan dari Penumpang dan Barang Umum

JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi meluncurkan layanan logistik khusus untuk angkutan bahan berbahaya dan beracun (B3).

Layanan ini ditujukan bagi kalangan bisnis (B2B) dengan standar pengamanan berlapis, mulai dari verifikasi manifest, proses muat, hingga penyimpanan di kapal.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, barang B3 dikenal memiliki karakteristik yang dapat membahayakan manusia maupun ekosistem. Karena itu, ASDP mengoperasikan jalur khusus logistik B3 yang sepenuhnya terpisah dari penumpang dan barang umum.

“Pemisahan ini menjamin keamanan sekaligus kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa,” tuturnya dalam keterangan resmi, Kamis, 18 September.

Heru menegaskan layanan logistik B3 ini seluruh prosedurnya wajib mengikuti standar ketat yang telah ditetapkan.

“Kami memastikan setiap tahapan pengiriman logistik B3 dilakukan sesuai protokol keselamatan untuk meminimalisasi risiko, baik terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar,” ucap Heru.

Menurut Heru, inisiatif ini sejalan dengan upaya ASDP dalam memperkuat layanan berbasis keselamatan dan kepatuhan terhadap standar lingkungan.

“Pengoperasian jalur terpisah untuk logistik B3 merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga keselamatan sekaligus keberlanjutan layanan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Heru mengatakan layanan logistik B3 ini telah mencakup layanan penyeberangan long distance ferry (LDF) di lintasan yang dilayani ASDP, dilengkapi dengan skema pemesanan yang fleksibel, kapasitas angkut yang memadai, warehouse and cargo hub, dan sistem pembayaran yang transparan.

“Serta proses pengiriman yang dapat dipantau langsung oleh pengguna jasa,” katanya.

Heru mengatakan keberadaan jalur khusus B3 dinilai memiliki nilai strategis dalam mendukung rantai pasok nasional.

Pasalnya, bahan B3 memegang peran penting bagi sektor industri, energi, hingga kesehatan.

“Dengan distribusi yang lebih aman, kelancaran pasokan dapat terus terjamin,” ujarnya.

Selain itu, jalur khusus B3 menjadi bagian dari ekspansi layanan bisnis logistik yang tengah digarap ASDP. Langkah ini diharapkan semakin membuka wawasan publik ASDP tidak hanya berperan sebagai operator penyeberangan penumpang dan kendaraan.

Sementara itu, Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin mengatakan layanan ini telah mulai beroperasi di Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur, yang menghubungkan Jawa dan Bali.

“Saat ini kami menggandeng dua mitra strategis, yaitu PT Wira Energi dan PT Gagas Energi Indonesia, untuk memastikan layanan jalur khusus B3 dapat berjalan optimal,” jelasnya.

Shelvy menegaskan, pemisahan jalur B3 bukan hanya fokus pada aspek keselamatan, tetapi juga pada keberlanjutan rantai pasok.

“Kami ingin memastikan setiap operasional logistik berjalan terkendali sekaligus selaras dengan standar lingkungan yang berlaku,” ujarnya.