Meksiko Bakal Pukul BYD dan Tesla dengan Berlakukan Tarif Impor 50 Persen

JAKARTA – Produsen mobil listrik raksasa BYD dan Tesla diperkirakan akan menjadi pihak yang paling dirugikan oleh usulan kenaikan tarif sebesar 50 persen dari pemerintah Meksiko. Pasalnya, usulan ini untuk mobil yang diimpor dari China, pusat produksi BYD dan Tesla. Kebijakan ini berpotensi meredam pertumbuhan pasar mobil listrik di Meksiko yang sangat pesat, namun di sisi lain, usulan ini justru tidak akan berdampak pada produsen mobil asal Amerika Serikat seperti Ford, General Motors, dan Stellantis.

Mengutip laporan Reuters, Sabtu, 13 September, usulan tarif baru ini diumumkan pada hari Rabu lalu, akan berlaku untuk mobil listrik dan berbahan bakar bensin yang diimpor dari negara-negara yang tidak memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Meksiko. Meskipun cakupannya luas dan mencakup negara-negara seperti Korea Selatan, India, Indonesia, dan Rusia, para analis industri menyebut bahwa kebijakan ini secara praktis akan secara khusus menargetkan mobil listrik yang diproduksi di China. Langkah ini dinilai sebagai permainan baru yang dapat membentuk kembali pasar otomotif Amerika Utara yang berkembang pesat.

Peningkatan tarif ini bukan yang pertama kalinya. Selama setahun terakhir, Meksiko telah secara bertahap menaikkan tarif untuk kendaraan listrik buatan China, dari 0 menjadi 15 persen, dan kini diusulkan menjadi 50 persen.

Eugenio Grandio, presiden Asosiasi Mobilitas Listrik di Meksiko, menyebut angka 50 persen sebagai angka yang "sangat agresif" dan akan menjadi pengubah permainan bagi pasar. Rencana ini masih harus disetujui oleh Kongres Meksiko, di mana partai yang berkuasa memiliki mayoritas yang signifikan.

Di tengah ketidakpastian ini, rencana BYD dan Tesla untuk mendirikan pabrik di Meksiko juga dilaporkan mandek. Tesla menangguhkan pembangunan pabriknya di Meksiko utara tahun lalu dengan alasan tekanan suku bunga dan perlambatan ekonomi global. Sementara itu, BYD membatalkan rencananya untuk membangun pabrik tahun ini, di tengah kekhawatiran dari otoritas Meksiko bahwa menyetujui pabrik China dapat mengganggu hubungan perdagangan dengan AS.

Meskipun menghadapi hambatan, BYD telah menikmati pertumbuhan yang luar biasa sejak memasuki pasar Meksiko pada akhir 2023. Perusahaan asal China tersebut mengklaim telah menjual sekitar 40.000 mobil di Meksiko pada tahun 2024, hampir setengah dari total penjualan mobil listrik dan plug-in hybrid di negara tersebut.