Menteri PPA: Anak-Anak Diduga Sengaja Dilibatkan dalam Aksi Demonstrasi

JAKARTA - Meninggalnya Andika Lutfi Fala, pelajar SMK Negeri 14 Kabupaten Tangerang setelah mengikuti aksi demonstrasi di gedung DPR/MPR, Senayan Agustus 2025 menjadi perhatian publik. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPA) menduga ada pihak tertentu yang sengaja melibatkan anak-anak dalam aksi demonstrasi.

Melihat banyaknya anak yang menjadi korban dan dari informasi yang diperoleh Kementerian PPA, Menteri PPPA Arifah Fauzi menduga ada pihak tertentu yang sengaja menggerakkan anak-anak untuk terlibat aksi unjuk rasa.

"Kami mendapat informasi ada ajakan lewat WhatsApp yang mengajak anak-anak menonton konser atau pertandingan bola, namun ternyata mereka dihentikan di lokasi tertentu," ujar Arifah pada Rabu 3 September setelah mengunjungi rumah duka Andika, di Puri Bidara Tigaraksa, Tangerang.

Menanggapi situasi ini, Arifah berencana berkoordinasi dengan berbagai organisasi masyarakat perempuan untuk melakukan sosialisasi terkait pengawasan anak agar tidak ikut dalam aksi demonstrasi.

"Kami akan bekerja sama dengan organisasi masyarakat perempuan untuk mengimbau agar mereka menjaga anak-anak dan keluarganya agar tidak keluar rumah dalam waktu tertentu, sehingga situasi menjadi lebih kondusif," tuturnya.

Selain itu, Arifah menyatakan penyesalannya dan turut berduka sedalam-dalamnya atas kejadian tragis yang menimpa Andika Lutfi.

Sebelumnya, Andika diduga mengalami benturan benda tumpul di bagian kepala. Menurut keterangan dari tim medis, Andika kritis akibat ada retakan di tempurung belakang kepalanya. Ia menghembuskan napas terakhirnya setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr Mintohardjo Jakarta.

Disclaimer: Pemberitaan ini untuk kepentingan informasi publik. Redaksi VOI menolak kekerasan dan penjarahan. Mari tetap tenang, tidak terprovokasi, dan menjaga negeri ini tetap aman.