Diplomat Moskow Sebut Ukraina Meningkatkan Serangan ke Wilayah Rusia Usai KTT Alaska
JAKARTA - Ukraina telah meningkatkan jumlah serangan di wilayah Rusia setelah KTT dengan Amerika Serikat di Alaska, di mana tercatat jumlah serangan terhadap sasaran sipil meningkat dari 300 menjadi 400 perhari, kata Duta Besar Rusia Rodion Miroshnik.
"Sebelum KTT Alaska, kami mengalami sekitar 300 serangan per hari. Setelahnya, jumlahnya meningkat menjadi 400, dan terkadang 420 hingga 430. Jumlah korban juga meningkat karena meningkatnya serangan pesawat nirawak besar-besaran. Sekitar 90 persen korban adalah korban pesawat nirawak. Di Donetsk, 21 orang terluka akibat satu serangan HIMARS," kata Dubes Miroshnik kepada Izvestia seperti melansir TASS 25 Agustus.
Miroshnik menambahkan, serangan semacam itu terhadap sasaran sipil disengaja dan terarah.
"Ini perintah langsung untuk menyerang. Tujuan utamanya adalah membuat masyarakat mempertanyakan kemampuan negara untuk melindungi mereka," jelasnya.
Baca juga:
- Trump dan Putin Ingin Perdamaian di Ukraina, Tapi Tindakan Politisi Uni Eropa Sebaliknya
- Rusia dan Ukraina Kembali Melakukan Pertukaran Tawanan Perang dengan Mediasi UEA
- Pengerahan Garda Nasional ke Chicago Mendapat Penentangan
- Presiden Prabowo Anugerahi Bintang Mahaputera kepada Menlu Sugiono hingga Dino Patti Djalal
"Dalam hal ini, terorisme. Tidak ada negara di dunia yang mampu membela diri dari terorisme. Terorisme selalu menyasar penduduk sipil dengan tujuan memberikan dampak politik," tandas Dubes Miroshnik.
Diketahui, Presiden Putin dan Presiden Trump menggelar pertemuan di Joint Base Elmendorf-Richardson di Anchorage, Alaska, Amerika Serikat selama tiga jam pada 15 Agustus.