Jangan Salah Paham! Menggeber Mobil Listrik Justru Mempercepat Kerusakan Baterai
JAKARTA – Bagi pemilik kendaraan listrik (EV), umur baterai adalah salah satu kekhawatiran terbesar. Baru-baru ini, sebuah penelitian ilmiah memicu perdebatan sengit setelah sejumlah media keliru mengartikannya. Banyak yang meyakini bahwa mengemudi agresif atau "menggeber" mobil listrik justru bisa memperpanjang umur baterai. Namun, para ahli menegaskan bahwa pemahaman tersebut sepenuhnya salah.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal sains Nature dengan judul “Dynamic cycling enhances battery lifetime”, dikutip dari Carscoops, Senin, 25 Agustus, menemukan bahwa baterai yang menjalani siklus pelepasan daya dinamis (mirip penggunaan nyata) menua lebih lambat dibanding baterai yang diuji dengan siklus arus konstan di laboratorium. Beberapa pihak lantas menafsirkan “dinamis” sebagai “mengemudi sporty” atau menginjak pedal gas dalam-dalam.
Namun, sebelum buru-buru memacu EV, para ahli baterai dari Aviloo meluruskan kesalahpahaman ini. Mereka menjelaskan bahwa mengemudi secara agresif sudah pasti akan membuat baterai menua lebih cepat. Mengapa? Karena mengemudi cepat meningkatkan konsumsi energi, yang berarti lebih banyak siklus pengisian, lebih banyak tekanan pada baterai, dan mempercepat degradasi.
Aviloo melakukan uji coba pada 402 unit EV identik dan menemukan bahwa gaya mengemudi yang efisien merupakan cara paling ampuh untuk memperpanjang usia baterai. Ahli dari Aviloo, Nikolaus Mayerhofer, menyebutkan bahwa mengemudi secara efisien bisa menghemat sekitar 10 persen energi.
"Ini berarti 100.000 km dengan gaya mengemudi hemat kira-kira setara dengan beban baterai 110.000 km dengan gaya mengemudi agresif," jelasnya.
Baca juga:
Aviloo tidak membantah hasil penelitian Nature, hanya saja interpretasi publik yang keliru. Untuk memaksimalkan usia baterai EV, para ahli tetap menyarankan praktik terbaik yang telah dikenal luas, yaitu:
- Mengemudi seefisien mungkin.
- Hindari penggunaan pengisian daya cepat (fast-charging) kecuali sangat diperlukan.
- Jangan mengisi daya hingga 100 persen secara rutin.
- Jangan membiarkan mobil terparkir lama dalam kondisi baterai penuh.
Namun, ada kabar baik bagi mereka yang merasa tips di atas terlalu merepotkan. Sebuah studi terpisah di Jerman menemukan bahwa sebuah VW ID.3 hanya kehilangan 13 km jangkauan setelah menempuh 172.000 km dalam empat tahun. Padahal, mobil tersebut hampir selalu diisi hingga penuh dan sering dibiarkan terparkir dalam kondisi baterai penuh.
Hal ini menunjukkan bahwa baterai modern memiliki ketahanan yang luar biasa, meskipun gaya pengemudi tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan baterai jangka panjang.