Ciri-Ciri Luka Diabetes, Tingkat Keparahan, dan Tips Pencegahannya
YOGYAKARTA - Luka diabetes merupakan jenis luka yang biasanya dialami oleh penderita diabetes dan ditandai dengan munculnya luka terbuka yang susah disembuhkan. Namun, apa saja ciri-ciri luka diabetes? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Dalam banyak kasus, luka diabetes sering muncul di kaki. Agar lukanya dapat sembuh kembali, penderitanya membutuhkan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.
Adapun untuk kondisi yang sudah parah, infeksi pada luka diabetes bisa saja menyebar ke bagian tubuh lain. Untuk kondisi infeksi yang sudah telanjur menyebar, satu-satu cara untuk mengatasinya adalah dengan tindakan amputasi.
Ciri-ciri Luka Diabetes
Pada umumnya, orang yang menderita diabetes dengan luka akan mengalami gejala atau ciri-ciri berikut:
- Kesemutan, merasa panas, atau nyeri di sekitar kaki
- Tidak merasakan sakit pada area yang terluka
- Kuku berwarna kuning
- Kuku kaki tumbuh ke dalam
- Sering terjadi perdarahan
- Keluar cairan atau nanah dari area luka
- Luka sulit sembuh
- Tekstur kulit kering dan pecah-pecah
- Luka menimbulkan bau
- Muncul rasa nyeri
- Warna kulit berubah
- Muncul bengkak
Mengapa Luka Diabetes Sembuh dalam Waktu yang Lama?
Pada dasarnya, luka diabetes terbentuk karena kombinasi beberapa faktor, misalnya kaki yang tidak merasakan apa-apa saat terluka, sirkulasi darah yang buruk, iritasi, kelainan bentuk kaki, dan trauma.
Dikutip dari penelitian yang dimuat Medicina, tingginya kadar gula darah dalam diri seseorang dapat menimbulkan penumpukan plak di pembuluh darah arteri (aterosklerosis), sehingga sirkulasi nutrisi dalam tubuh untuk menyembuhkan luka akan terhambat.
Luka diabetes juga akan muncul jika sudah pada tahap komplikasi diabetes neuropati. Komplikasi ini mengakibatkan kerusakan saraf, yang kita ketahui dengan gejala nyeri atau mati rasa pada kaki dan tangan.
Kondisi ini juga yang menjadikan luka pada orang diabetes sulit sembuh.
Pada dasarnya, neuropati dibagi dalam beberapa jenis, contohnya neuropati perifer, kranial, otonom, motorik, dan sensorik. Semua jenis neuropati tersebut dapat mempengaruhi lamanya sebuah luka akan sembuh dengan cara yang berbeda.
Umumnya, neuropati dapat mengurangi kepadatan sel saraf, sehingga kemampuan menyembuhkan luka ikut berkurang.
Klasifikasi Tingkat Keparahan Luka Diabetes
Luka diabetes diobati berdasarkan tingkat atau derajat keparahannya. Di bawah ini adalah penjelasan mengenai derajat keparahan luka diabetes.
- Tingkat 0: Hanya nyeri
- Tingkat 1: Luka di lapisan terluar
- Tingkat 2: Luka meluas ke ligamen, tendon, kapsul sendi, tulang, atau fasia dalam
- Tingkat 3: Abses dalam (kantung berisi nanah), sepsis pada sendi, dan luka semakin dalam ke area tulang
- Tingkat 4: Muncul gangren (matinya jaringan tubuh karena tidak mendapat pasokan darah) pada sebagian kaki
- Tingkat 5: Gangren pada seluruh kaki
Baca juga:
Tips Pencegahan Luka Diabetes
Cara terbaik menangani luka diabetes yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat dan mencegah sebelum gejalanya muncul atau bertambah parah. Anda dapat melakukan langkah berikut sebagai pencegahan munculnya luka diabetes:
- Periksa kondisi kaki secara rutin (pastikan periksa jika ada luka, goresan, atau kuku yang tumbuh ke dalam)
- Gunakan sepatu yang tepat dan pastikan tidak diikat terlalu kencang
- Berhenti merokok
- Jaga pola makan dan kendalikan kadar gula darah
- Jika memiliki masalah dengan berat badan berlebih atau obesitas, segeralah diet
Demikianlah ulasan mengenai ciri-ciri luka diabetes dan cara pencegahannya. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.