Mengapa Makan Ubi Jadi Sering Kentut? Cari Tahu Jawabannya di Sini
YOGYAKARTA – Sebagian orang mungkin mengeluhkan rasa tidak nyaman di perut setelah menyantap ubi, baik ubi putih, kuning, ataupun ubi ungu. Keluhan ini terkadang juga disertai keinginan untuk buang angin secara terus-menerus. Terkait hal ini, banyak di antara kita yang bertanya-tanya, mengapa makan ubi jadi sering kentut? Fenomena ini ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah dan bukan sesuatu yang berbahaya.
Perlu diketahui, kentut adalah proses alami tubuh untuk mengeluarkan gas dari saluran pencernaan. Gas tersebut bisa berasal dari udara yang masuk saat makan, minum, atau dari proses pencernaan makanan tertentu, termasuk ubi. Jadi, jangan khawatir jika setelah makan ubi tubuh Anda jadi lebih sering buang gas, karena hal itu normal terjadi.
Mengapa Makan Ubi Jadi Sering Kentut?
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut penjelasan ilmiah soal makan ubi bisa memicu kentut:
- Indeks Glikemik Tinggi
Keinginan untuk buang angin atau kentut setelah makan ubi dikaitkan dengan indeks glikemik dalam bahan pangan tersebut.
Indeks glikemik merupakan indikator seberapa cepat makanan berkarbodirat memengaruhi kadar gula dalam tubuh. Semakin tinggi angka indeks glikemiknya, makin cepat pula makanan tersebut dapat meningkatkan kadar glukosa darah.
Nah, beberapa jenis ubi, seperti ubi jalar diketahui memiliki indeks glikemik yang tinggi, terutama jika diolah dengan cara dipanggang atau dibakar. Tingginya kadar gula pada ubi jalar panggang membuat makanan tersebut sulit dicerna oleh tubuh. Sisa-sisa gula biasanya dijadikan sebagai bahan fermentasi oleh bakteri di usus, yang kemudian menciptakan gas berlebih dalam saluran cerna. Akibatnya, jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, ubi jalar panggang bisa memicu kentut secara terus menerus.
Baca juga:
- Karbohidrat Kompleks dan Serat
Ubi merupakan bahan pangan yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat larut, terutama oligosakarida seperti raffinose dan stakiosa. Zat ini akan langsung masuk ke usus besar lantaran tidak dapat dipecah oleh enzim di saluran cerna bagian atas. Alhasil, potongan polimer karbohirat tersebut akan langsung difermentasi oleh bakteri usus besar. Proses fermentasi inilah yang menghasilkan gas seperti hidrogen, metana, dan karbon dioksida.
Semakin banyak potongan polimer yang lolos dari saluran cerna bagian atas, maka semakin banyak substrat yang dapat difermentasikan oleh bakteri usus besar. tentunya hal ini berakibat pada makin banyaknya gas sisa metabolisme yang dihasilkan.
- Proses Pengolahan Ubi
Mengapa makan ubi jadi sering kentut? Salah satu penyebabnya dikaitkan dengan proses pengolahan ubi itu sendiri.
Semakin panjang proses pengolahan ubi, semakin banyak pula karbohidrat yang terurai. Struktur karbohidrat yang kompleks pada ubi membuatnya tidak mudah dicerna oleh lambung dan usus halus. Hal ini dapat memicu peningkatan volume gas di dalam usus dan membuat seseorang jadi ingin kentut secara terus-menerus.
Demikian ulasan tentang mengapa makan ubi jadi ingin kentut. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan pembaca. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.