Studi Baru Ungkap Efek Terlalu Sering Begadang Bisa Ganggu Kesehatan Fisik hingga Mental
Penelitian tersebut dilakukan para ilmuwan di Peking University dan Army Medical University di China. Dikutip dari Female First, pada Selasa, 5 Agustus 2025, penelitian tersebut menyampaikan bahwa tidur bukan hanya tentang durasinya, tetapi juga tentang waktu tidur dan ritmenya yang menjadi penentu kesehatan tubuh.
“Selama ini banyak penelitian lebih fokus pada durasi tidur, padahal karakteristik lain seperti waktu tidur dan ritme tidur juga sangat penting untuk dianalisis,” tulis peneliti dalam laporannya.
Para peneliti mengatakan kebiasaan tidur larut malam ini memiliki kaitan signifikan gangguan kesehatan baik untuk fisik maupun psikis. Beberapa di antaranya yang mengkhawatirkan adalah gangguan penyakit jantung, gangguan metabolik, hingga berbagai masalah kesehatan mental.
Baca juga:
Meskipun sesekali dilakukan, tidur lewat tengah malam dapat menganggu siklus tidur dalam jangka panjang. Pakar tidur dan neurolog di Amerika Serikat, Dr. Chris Winter, menjelaskaan bahwa tidur lewat pukul 12 malam bisa membuat seseorang kehilangan fase tidur dalam yang penting untuk regenerasi tubuh.
“Tidur dalam atau slow wave sleep terjadi paling banyak di dua jam pertama sejak seseorang tidur. Jadi, kalau biasanya tidur pukul 10 malam, fase tidur dalam itu terjadi antara pukul 10 hingga 12,” tutur Chris.
“Jika tidur setelah tengah malam, berarti fase penting ini bisa terlewat. Padahal pada fase itu tubuh mengeluarkan hormon pertumbuhan dan zat kimia penting lainnya. Jika fase tersebut terganggu, hormon stres seperti kortisol bisa meningkat,” tambahnya.
Peningkatan kortisol bukan hanya berdampak pada suasana hati, tetapi juga mengganggu kestabilan gula darah dan metabolisme tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, kebiasaan ini sebaiknya segera dihentikan dan mulailah untuk tidur tepat waktu dengan durasi minimal 7 jam untuk kesehatan tubuh yang lebih baik.