Ajak Investor Bangun Industri Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia, Bahlil: Jauh Lebih Murah
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak investor untuk masuk dan mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia.
Dikatakan Bahlil, Indonesia memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan negara lain. Di antara 4 bahan baku baterai kendaraan listrik, kata dia, Indonesia memiliki sumber daya seperti nikel, kobalt dan mangan. Sementara itu Indonesia menjadi salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia
"Akan jauh lebih murah biaya produksinya ketimbang kalian bangun di tempat lain. Bahan baku nikelnya pasti jauh lebih murah," ujar Bahlil dalam agenda International Battery Summit di Jakarta, Selasa, 5 Agustus.
Untuk memenuhi pasokan bahan baku baterai yang belum dimiliki oleh Indonesia seperti litium, lanjut dia, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan Australia. Dengan demikian investor tidak perlu khawatir dengan pasokan bahan baku baterai kendaraan listrik.
Di sisi lain, Indonesia juga masih berkomitmen penuh dengan net zero emission pada tahun 2060 sehingga pemerintah terus mendorong penggunaan kendaraan listrik guna menekan emisi. Untuk itu, Bahlil memastikan investor tidak perlu khawatir dengan industri dan pasar yang akan menyerap baterai yang sudah diproduksi.
Apalagi, kata dia, pemerintah tengah mendorong 120 juta unit kendaraan motor roda dua untuk dikonversi.
Baca juga:
"Jadi Bapak-Ibu semua, tidak ada alasan menurut saya untuk tidak melakukan investasi yang efisien di negara Indonesia. Marketnya ada, bahan bakunya ada, ekosistemnya sudah ada, energi baru terbarukan nya sudah ada," tegas Bahlil.
Lebih lanjut Bahlil menambahkan jika pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih sebesar 100 GW. Menurutnya, pembangunan PLTS di setiap Kopdes tentunya akan disertai dengan kebutuhan baterai penyimpanan sehingga pasar bagi baterai semakin terbuka lebar.
"Karena kita akan pakai truk listrik, kita akan pakai motor listrik. Sekaligus ini untuk mendorong transisi energi dan kedaulaan energi," tandas Bahlil.