Melalui Fashion dan Kuliner, Nusantara Wave Semakin Bergema di Paris
JAKARTA - Paris, Prancis, menjadi daya tarik sendiri bagi warga dunia karena sebagai kiblat mode dan pintu gerbang budaya global. Dengan statusnya tersebut, Paris dinilai sangat potensial untuk memperkuat eksistensi fashion Indonesia, terutama batik, tenun, dan desain etnik lainnya.
Hal tersebut terlihat dalam keterlibatan Indonesia dalam Paris Fashion Week dua tahun berturut-turut. Keikutsertaan tersebut dinilai sebagai pijakan penting yang harus dilanjutkan.
“Paris dan masyarakatnya sangat antusias terhadap fashion. Ini menjadi kekuatan kita. Keikutsertaan di Paris Fashion Week membuka mata dunia akan keindahan karya-karya desainer Indonesia. Semoga ini terus berlanjut,” ungkap Atase Perdagangan KBRI Paris, Harry Putranto, saat menerima audinesi Master Bagasi di kantor KBRI Paris, dari keterangan resmi, pada Selasa, 29 Juli 2025.
Selain melalui fashion, KBRI juga menyoroti kuliner Indonesia yang juga semakin populer di Paris. Tepatnya adalah kopi Indonesia dan gula aren sebagai produk langka yang banyak dicari dan memiliki target pasar loyal di Prancis, serta negara-negara Eropa lainnya.
Melihat fashion dan kuliner Indonesia yang semakin populer, maka Nusantara Wave atau Gelombang Nusantara kini juga kian bergema di Paris, Prancis. Dengan demikian, untuk menjembatani kebutuhan ribuan Diaspora Indonesia di Paris, Master Bagasi bersama Bentala Project melakukan audiensi strategis dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris.
Baca juga:
“Nusantara Wave adalah bentuk diplomasi dari rakyat untuk dunia. Ini bukan sekadar promosi budaya, tapi bagaimana produk kita, dari sambal, kopi, hingga batik bisa benar-benar hadir di rumah-rumah orang, dan menjadi bagian dari keseharian mereka,” jelas Yola Tasja Fadhilah, Head of Logistics Master Bagasi.
Diplomasi baru yang mengedepankan peran rakyat khususnya pelaku brand lokal dan diaspora semakin digaungkan, untuk memperkenalkan Indonesia melalui produk dan budaya yang bisa diakses dan dirasakan langsung oleh dunia.
KBRI di Paris sendiri membuka ruang selebar-lebarnya untuk mendukung kegiatan tersebut. Seperti memberi akses dan peluang konkret agar dapat terlibat dalam berbagai kegiatan diplomatik, serta promosi budaya Indonesia di Prancis dan Eropa.
“Kami sangat terbuka atas kolaborasi dengan Master Bagasi. Akan ada banyak ruang sinergi untuk mendukung diplomasi ekonomi dan budaya Indonesia di Prancis dan Eropa,” pungkas Harry Putranto.