Rusia Tuding Italia Diskriminatif karena Batalkan Konser Konduktor Pro Putin

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Rusia pada Rabu menuduh Italia melakukan diskriminasi dan menyerah pada lobi anti-Rusia setelah konser musik klasik yang direncanakan oleh konduktor ternama Rusia, Valery Gergiev, dibatalkan.

Dilansir Reuters, Rabu, 23 Juli, Gergiev yang memimpin Teater Bolshoi Moskow dan Teater Mariinsky St. Petersburg, dijadwalkan akan memimpin orkestra Italia dan para solois dari Mariinsky dalam konser di dekat Napoli pada 27 Juli.

Namun, beberapa politikus Italia dan aktivis anti-Kremlin Ukraina dan Rusia, termasuk istri mendiang politikus oposisi Rusia Alexei Navalny, menolak konser tersebut karena dukungan terbuka Gergiev terhadap Presiden Vladimir Putin.

Reggia di Caserta, istana megah abad ke-18 yang seharusnya menjadi tuan rumah konser tersebut, mengumumkan acara tersebut telah dibatalkan. Tak ada penjelasan alasan pembatalan konser musik.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan kompleks museum tersebut berada di bawah yurisdiksi otoritas pusat Italia.

Zakharova menyesalkan hilangnya kesempatan bagi penonton Italia untuk menikmati musik Rusia yang hebat yang dibawakan oleh seorang konduktor Rusia yang ternama.

"Kami mengutuk keras upaya diskriminatif 'cancel culture' yang dilakukan oleh otoritas Italia," ujarnya sekaligus menuding Roma menyerah pada tekanan dari kaum nasionalis Ukraina.