Alasan Angga Sasongko Buat Film Tentang Pangeran Diponegoro, Butuh Kesiapan
JAKARTA - Sutradara Angga Sasongko mengumumkan film terbarunya, Perang Jawa yang bakal mengusung kisah tentang Pangeran Diponegoro. Menurutnya, film ini membutuhkan kesiapan bagi dirinya untuk akhirnya mengerjakan film kolosal ini.
“Kami di Visinema membuat film dari cerita yang penting. Ini dua sisi. Penting buat kami sebagai pembuat dan penonton sebagai penonton. Karena kami berangkat dari cerita, cerita yang akan menentukan arah seperti apa filmnya disajikan,” cerita Angga Sasongko pada konferensi pers di Jakarta Selatan pada Senin, 21 Juli.
“Kami merasa momen krusial untuk menyajikan dan memahami di koridor di lima tahun perang karena itu challenge terbesar yang dihadapi Diponegoro. Film bisa menyajiikan spectacle dengan harapan orang bisa mencari tahu, seperti Mencuri Raden Saleh,” jelasnya.
Taufan Adryan selaku produser juga tidak langsung menyanggupi ketika rencana film ini mulai disuarakan pada tahun lalu.
“Dimulai dari tahun lalu, Angga bilang “Fan, gue pengen bikin film epik tapi aku jawab, aku belajar dulu” tapi aku tau bakal dimentorin Gita (Wirjawan) dan Peter (Carey),” kata Taufan Adryan.
Baca juga:
Angga melanjutkan, ia membutuhkan waktu kesiapan itu baru muncul ketika sejarawan Peter Carey menjadi tamu dalam siniar milik Gita, Endgame.
“Untuk membuat (film) Diponegoro butuh kapasitasnya. Saya gak mungkin ngerjain 5 tahun, 3 tahun lalu. Saya harus merasa siap. Tahun lalu, Gita bikin podcast sama Peter dan mungkin ini yang karma baik,” kata Angga lagi.
“Penonton Indonesia sudah sangat siap dan membutuhkan sesuatu yang lebih. Kami percaya kick off-nya Perang Jawa ada di momentum yang tepat. Datang dari passion storyteller dan dipekerjakan dan sungguh-sungguh bukan lagi jadi pintu harapan nantinya diterima tapi bagian dari strategi besar,” katanya.
Saat ini, film Perang Jawa memasuki proses penulisan naskah yang dikerjakan Ifan Ismail. Produksi film akan dimulai pada tahun 2027.