Lutesha dan Rio Dewanto Berkesempatan Syuting dengan Teknologi XR Lewat Film Pelangi di Mars
JAKARTA - Aktris Lutesha dan Rio Dewanto akan beradu akting dalam film drama terbaru mereka. Namun kali ini, film yang mereka mainkan bersama Messi Gusti bukan film biasa melainkan film yang dibuat dengan teknologi XR atau Extended Reality dan Unreal Engine.
Di mana nantinya, Lutesha dan Rio Dewanto akan beradu akting dengan animasi robot yang terinspirasi dari berbagai negara bernama Yoman (Eropa), Kimchi (Korea), Batik (Indonesia), Sulil dan Petya (Jerman).
Bagi Lutesha, pemeran Pertiwi, ini menjadi kali pertamanya dalam menjalani proses syuting teknologi XR. Tak heran Lutesha harus menggunakan imajinasi yang cukup tinggi selama proses syuting.
"Biasanya syuting ada di tempatnya langsung, ada orangnya, ini yang butuh fokus dan daya imajinasi tinggi, karena layarnya di belakang depan kita, hitam, mau nggak mau harus merespons dengan imajinasi kami," ungkap Lutesha.
Lebih lanjut, Rio Dewanto bercerita soal kostum khusus yang ia gunakan untuk melengkapi karakternya sebagai Banyu. Di film yang berlatar di planet Mars di tahun 2090 ini Rio harus menggunakan helm yang memiliki kipas di dalamnya.
Uniknya, saat menggunakan helm untuk karakternya, Rio dilengkapi dengan ciput yang baru kali ini ia gunakan.
"Tapi ada kipasnya, jadi ya kadang bisa nafas tapi kalau denger orang lain agak susah karena ada kipas," cerita Rio Dewanto.
"Untungnya dipakaikan ciput, jadi keringetnya nggak kemana-mana. Tapi yang lain jadi pada ketawa 'Rio pakai ciput'," lanjut Rio tertawa.
Baca juga:
- Lutesha Senang Dipercaya Karakter Kalem untuk Cinta Tak Seindah Drama Korea
- Selamat, Rio Dewanto Masuk Nominasi Best Asian Actor pada Penghargaan Septimius Awards di Belanda
- Lee Sun Kyun Raih Nominasi International Emmy Awards Berkat Dr. Brain
- Autobiography dan Nana Masuk Nominasi Asian Film Awards 2023
Film Pelangi di Mars, film ke-7 (tujuh) dari Mahakarya Pictures, sebuah film fiksi ilmiah keluarga mulai memperkenalkan karakter- karakter yang akan mencuri hati penonton.
Film Pelangi Di Mars berlatar tahun 2090, dimana persediaan air di Bumi sudah sangat terbatas, satu-satunya persediaan air bersih dimonopoli oleh perusahaan bernama Nerotex.
Pelangi, diperankan oleh Messi Gusti, seorang gadis 12 tahun yang menjadi manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Mars. Pelangi hidup seorang diri di planet Mars yang sepi setelah ditinggal oleh ibunya, Pratiwi, yang diperankan oleh Lutesha.
Pada saat itu koloni manusia sudah meninggalkan planet tersebut. Namun, kesendiriannya segera berubah menjadi perjalanan luar biasa ketika ia bertemu dengan sekelompok “robot rusak” yang sudah lama ditinggalkan.
Bersama mereka, Pelangi mengejar harapan terakhir umat manusia: sebuah mineral ajaib bernama Zeolith Omega yang diyakini mampu memurnikan air di Bumi.