Komplotan Pria Mengaku Debt Collector di Cengkareng Beraksi Membawa Senjata Tajam

JAKARTA - Aksi percobaan perampokan berkedok debt collector yang terjadi di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, dilakukan oleh pelaku berjumlah lima motor.

Menurut pengakuan korban berinisial AS, awalnya dirinya bersama anaknya hendak bekerja di kawasan Kalideres menggunakan motor gadaian dari rekannya.

Tiba-tiba di tengah perjalanan, motor yang dikendarai anak AS dan dirinya dipepet oleh pelaku yang mengaku debt collector.

"Saya dikejar sama lima motor, diapit dari samping, depan satu, belakang dua. Di bawah jembatan diberhentiin paksa," ujar korban AS dalam keterangan video yang beredar, Jumat, 23 Mei.

Setelah motor korban berhasil dicegat, pelaku berusaha merampas motor milik korban sambil mengajaknya ke kantor. Entah kantor mana yang dimaksud pelaku, namun korban enggan menuruti perkataan pelaku.

"Dia sempat ngerampas kunci. Cuma sama anak saya dipegang kencang kuncinya. Ada ancaman, pelaku mau ngeluarin seperti badik. Kayaknya mereka preman, tidak ada identitasnya. Mereka nyuruh saya ikut ke kantor tempat dia. Dia kawal terus," ujarnya.

Selain motornya yang hendak dirampas para komplotan perampok, korban juga mendapatkan luka karena dianiaya para pelaku.

"(saya) Didorong, diinjek kaki, ditendang. Ditabrak sampai jatuh," ungkapnya.

Korban berharap aparat Kepolisian Polres Metro Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya segera menangkap para pelaku kejahatan jalanan berkedok debt collector, karena sangat meresahkan masyarakat.

"Harapan saya mereka harus ditangkap, meresahkan masyarakat sih," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi premanisme dengan modus debt collector kembali terjadi di sebuah jalan lingkungan permukiman warga di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Kamis, 22 Mei. Aksi tersebut berhasil terekam kamera CCTV.