Manchester United Gagal Gelar Laga Eropa di Old Trafford Lagi, Kedua Kali dalam 35 Tahun
JAKARTA - Para pemain Manchester United harus mempertanyakan apakah mereka cukup baik untuk berada di klub tersebut menyusul kekalahan dari Tottenham Hotspur di final Liga Europa, Kamis, 22 Mei 2025, dini hari WIB.
Musim ini sudah menyedihkan bagi Manchester United, khususnya di Liga Inggris, diperparah oleh kekalahan 0-1 dari Spurs.
Hasil tersebut berarti tidak akan ada pertandingan sepak bola Eropa di Old Trafford musim depan untuk kedua kalinya dalam 35 tahun.
Salah satu penggawa The Red Devils, Luke Shaw, mengatakan pasti ada perubahan besar selama musim panas dan mengisyaratkan sejumlah pemain harus pergi.
"Sulit untuk mengungkapkan musim ini dengan kata-kata, tetapi saya pikir untuk klub seperti Manchester United, ini tidak cukup baik."
Baca juga:
"Saya pikir itu benar. Saya pikir kami semua harus mempertanyakan diri kami sendiri malam ini."
"Apakah kami cukup baik untuk berada di sini? Soalnya, klub ini, musim ini, tidak dapat diterima. Kami tahu itu dan itu tergantung pada kami."
"Saya rasa ini sangat sulit untuk diterima. Saya rasa kami harus melihat diri kami sendiri. Sesuatu harus berubah," kata Shaw.
Dalam wawancara emosional di Estadio de San Mames, Shaw menyebut kekalahan dari Tottenham merusak.
Dia meminta maaf kepada para suporter yang tetap mendukung tim melalui musim terburuk mereka sejak degradasi ke divisi kedua pada 1974.
"Saya rasa semua orang tahu betapa besarnya pertandingan ini. Ini sangat merugikan. Kami harus bangkit dan menerima kritik."
"Seperti yang saya katakan, kami sebagai pemain, ini belum cukup baik untuk klub seperti Manchester United."
"Kami bertanggung jawab penuh, tetapi saya hanya ingin meminta maaf kepada mereka atas perjalanan musim ini," ujar Shaw.
Meskipun menyerukan perubahan selama musim panas, Shaw bersikeras bahwa pelatih kepala Ruben Amorim harus tetap bertanggung jawab.
Pelatih asal Portugal itu menawarkan untuk pergi tanpa kompensasi setelah kalah dari Spurs.
Namun, Shaw bersikeras bahwa pelatih berusia 40 tahun itu tetap menjadi orang yang tepat untuk pekerjaan itu.
"Saya pikir ada banyak hal yang perlu diubah. Saya pikir itulah sebabnya Ruben 100 persen orang yang tepat."
"Dia tahu dan bisa melihat hari demi hari di klub, tidak hanya di lapangan, tetapi juga di luar lapangan, di sekitar klub."
"Standar, pola pikir, saya pikir dia melihat semuanya. Saya pikir dia tahu apa yang perlu dia ubah," tutur sang bek kiri.