Tiga Saksi Diperiksa, Kasus Temuan Tengkorak Manusia di Duren Sawit Dalam Penyelidikan Polisi
JAKARTA – Kepolisian Sektor Duren Sawit tengah mendalami kasus penemuan tengkorak yang diduga merupakan bagian dari tubuh manusia di sebuah rumah di Jalan Nusa Indah 4, Malaka Jaya, Jakarta Timur. Penemuan mengejutkan itu terjadi pada Rabu malam, 7 Mei 2025.
Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Duren Sawit, Iptu Tatan Rustandi, menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa tiga saksi untuk mengungkap asal-usul temuan tersebut.
“Kami sudah memeriksa tiga orang saksi, termasuk pemilik rumah pertama bernama Imam serta kerabatnya, guna menyelidiki lebih lanjut penemuan tengkorak di lokasi tersebut,” ujar Tatan saat dikonfirmasi pada Kamis (8/5).
Tengkorak tersebut kini telah dikirim ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri (RS Polri) Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan forensik, guna memastikan apakah benar merupakan bagian tubuh manusia.
Menurut keterangan Imam, tengkorak itu pertama kali ditemukan pada tahun 2011 saat dirinya sedang membereskan rumah dalam rangka persiapan pindah. Saat itu, pekerja bangunan yang sedang merenovasi rumah menemukan benda tersebut di antara tumpukan barang lama di area dapur.
“Benda itu ditemukan di sekitar dapur dan awalnya diduga hanya replika tengkorak yang biasa digunakan untuk praktik belajar di sekolah,” kata Tatan mengutip keterangan saksi.
Baca juga:
Karena mengira benda tersebut tidak berbahaya, Imam menyimpannya di atas plafon dapur tanpa menyelidiki lebih lanjut asal-usulnya. Imam juga mengaku tidak mengetahui siapa yang menaruh benda itu, dan menyatakan bahwa tidak ada anggota keluarganya yang menyimpan barang seperti itu sebelumnya.
Setelah laporan penemuan tengkorak masuk ke pihak berwajib, polisi langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Meski benda tersebut baru dilaporkan saat ini, Tatan memastikan pihaknya tetap serius dalam menelusuri asal-usul tengkorak itu.
“Saat ini belum ada laporan orang hilang yang terkait langsung dengan kasus ini. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim forensik RS Polri untuk memastikan identitas dan keaslian tengkorak tersebut,” jelas Tatan.
Penyelidikan terus berlanjut untuk memastikan apakah kasus ini mengarah pada tindak pidana atau hanya merupakan temuan non-kriminal yang tertunda pelaporannya selama bertahun-tahun.