Jet Tempur Super Hornet Jatuh ke Laut Merah saat Kapal Induk AS Berusaha Menghindari Serangan Houthi
JAKARTA - Jet tempur F/A-18E Super Hornet milik Angkatan Laut Amerika Serikat hilang di laut setelah jatuh dari Kapal Induk USS Harry S. Truman (CVN-75) saat sedang ditarik ke atas kapal, kata Angkatan Laut dalam pernyataan pada Hari Senin.
Seorang pejabat AS mengatakan, laporan awal dari tempat kejadian menunjukkan, kapal induk itu berbelok tajam untuk menghindari tembakan Houthi, yang menyebabkan jet tempur tersebut jatuh ke laut.
Pemberontak Houthi Yaman mengklaim pada Hari Senin telah meluncurkan serangan pesawat nirawak dan rudal terhadap kapal induk tersebut, yang berada di Laut Merah sebagai bagian dari operasi besar militer AS terhadap kelompok yang didukung Iran tersebut.
Semua personel di atas kapal telah diketahui keberadaannya, dan seorang pelaut mengalami cedera ringan, kata Angkatan Laut.
"F/A-18E sedang ditarik di hanggar ketika kru yang bergerak kehilangan kendali atas pesawat tersebut. Pesawat dan traktor penariknya jatuh ke laut," kata pernyataan tersebut, melansir CNN 29 April.
"Para pelaut yang menarik pesawat tersebut segera mengambil tindakan untuk menjauh dari pesawat tersebut sebelum jatuh ke laut. Investigasi sedang dilakukan," lanjutnya.
Pejabat lain Negeri Paman Sam mengatakan kepada CNN, pesawat itu telah tenggelam. Satu jet tempur F/A-18 berharga lebih dari 60 juta dolar, menurut Angkatan Laut.
Kapal induk Angkatan Laut AS – kapal perang terbesar di dunia dengan panjang hampir 1.100 kaki dan bobot hampir 100.000 ton – secara mengejutkan dapat bermanuver untuk ukurannya.
Didukung oleh dua reaktor nuklir yang menggerakkan empat poros baling-baling, kapal induk kelas Nimitz seperti Truman dapat mencapai kecepatan lebih dari 34 mph.
Rincian pasti tentang belokan yang dilakukan Truman untuk menghindari tembakan Houthi belum dirilis, tetapi foto dan video kapal dan kapal induk kelas Nimitz lainnya di situs web Departemen Pertahanan menunjukkan, kapal-kapal besar itu dapat mengambil sudut besar besar dalam belokan berkecepatan tinggi.
Carl Schuster, mantan kapten Angkatan Laut AS, mengatakan, kapal induk yang mencoba menghindari serangan rudal menggunakan taktik "zig-zag".
"Biasanya Anda melakukan serangkaian manuver bergantian 30 hingga 40 derajat. Setiap manuver membutuhkan waktu sekitar 30 detik, tetapi manuvernya dimulai dengan tajam. Seperti mengendarai mobil yang berkelok-kelok," kata Schuster.
"Kapal miring sekitar 10 hingga 15 derajat ke arah manuver, tetapi kapal bergeser sekitar 100 hingga 200 yard dari titik tujuan yang mungkin" jika kapal bergerak dengan kecepatan maksimum, katanya.
Kelompok Serang Kapal Induk Truman dikerahkan di Timur Tengah dan berada di Laut Merah pada saat insiden tersebut. Angkatan Laut menekankan pada Hari Senin, kelompok serang dan sayap udaranya "tetap mampu menjalankan misi sepenuhnya."
Kapal induk Truman telah berulang kali menjadi sasaran serangan oleh Houthi.
Selain itu, sejumlah insiden terkait kapal induk tersebut juga pernah terjadi. Kapal tu menjadi sorotan Februari allu saat bertabrakan dengan kapal dagang di dekat Mesir; tidak ada korban luka yang dilaporkan.
Jet tempur F/A-18 lain dari kapal induk tersebut juga "secara keliru ditembaki" dan ditembak jatuh oleh kapal penjelajah USS Gettysburg di Laut Merah pada Bulan Desember. Kedua pilot berhasil melontarkan diri dengan selamat.
Sebuah Super Hornet lainnya jatuh dari dek Kapal Induk Harry S Truman pada Bulan Juli 2022, saat melakukan pasokan ulang di laut dekat Naples, Italia selatan, dikutip dari The National.
Baca juga:
- Presiden Zelensky Puji Intelijen Ukraina Atas Keberhasilan Menewaskan Petinggi Militer Rusia
- Sempat Dipecat Netanyahu Tetapi Ditangguhkan Mahkamah Agung, Kepala Shin Bet Israel Pilih Mundur
- Dorong Reformasi Lembaga Internasional, Menlu Sugiono: Kita Harus Mengambil Langkah Cepat dan Tepat
- Menlu Sugiono: BRICS Harus Terdepan dalam Memperjuangkan Hukum Internasional
Kapal-kapal Angkatan Laut AS lainnya di wilayah tersebut juga telah diserang Houthi. Kelompok tersebut mulai menyerang kapal perang AS di wilayah itu, Angkatan Laut AS mencoba mencegah kelompok pemberontak tersebut menyerang kapal-kapal komersial yang menuju Israel sebagai protes atas invasinya ke Gaza pada Bulan Oktober 2023.
Diketahui, Kelompok Serang Kapal Induk Harry S Truman terdiri dari kapal induk, sembilan skuadron dari Carrier Air Wing 1, tiga kapal perusak berpeluru kendali dari Destroyer Squadron 28, dan kapal penjelajah kelas Ticonderoga USS Gettysburg.
Kelompok tersebut dikerahkan di Laut Merah setelah memasuki wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Bulan Desember tahun lalu.