Cerita Omara Esteghlal dan Hana Malasan Soal Karakter dalam “Pengepungan di Bukit Duri”
JAKARTA - Hana Malasan dan Omara Esteghlal beradu peran dalam film terbaru Joko Anwar, Pengepungan di Bukit Duri. Keduanya memerankan dua karakter yang saling kontradiktif, namun menjalani proses syuting yang menyenangkan.
Dalam film ini, Hana berperan sebagai guru konseling yang menjadi teman baru Edwin (diperankan Morgan Oey), sementara Omara berperan sebagai Jefri, salah satu siswa yang berhadapan dengan Edwin.
“Aku datang dari keluarga akademisi yaitu dosen jadi aku cukup familiar dengan dinamika dan isunya seperti apa. Hal itu aku tambahkan ke dalam karakterku,” cerita Hana Malasan di kantor VOI pada Jumat, 11 April.
Bagi aktris 33 tahun itu, bergabung dengan film ini merupakan sebuah keberuntungan sekaligus kesempatan untuk mendalami isu pendidikan yang menjadi tonggak utama ceritanya.
“Menurutku jadi privilege bergabung di project ini. Isu ini tidak perlu diskusi tapi aku jadi saksi sehingga isu ini diberikan perhatian dan pas dapet karakter ini, ada proses diskusi juga dengan ayah tapi lebih banyak dengan abang (Joko Anwar),” lanjutnya.
Baca juga:
Omara menambahkan, ia beruntung karena diberi panduan karakter dari Joko Anwar untuk mendalami perannya yang sangat berbanding terbalik dari dirinya. Ia mencoba mendalami secara teori mengapa karakternya sangat ekstrim.
“Bisa mempelajari character sheet tidak secara ngawang tapi approach-nya lumayan empiris. Kita memilih isu, data, kira-kira anak ini kalau dapat trigger ini dengan akal kita pengalaman seperti apa dan sangat membantu kita untuk approach karakter kita menjadi baru,” kata Omara.
“Ada sense of urgency (rasa mendesak) jadi portrayal yang hiperbola jadi bukan hanya berandai-andai tapi apa yang terjadi,” katanya lagi.
Film Pengepungan di Bukit Duri akan tayang di bioskop Indonesia mulai 17 April mendatang.