Cara Membaca Kode Oli Mesin SAE, API, dan JASO, Simak agar tidak Salah Pilih
YOGYAKARTA – Tak sedikit di antara kita yang bingung ketika melihat kode dan angka pada kemasan oli mesin. Padahal, kode tersebut memberikan informasi penting tentang spesifiksi oli, seperti tingkat kekentalan, standar kualitas, hingga jenis oli yang sesuai dengan mesin kendaraan. Untuk itu, penting untuk mengetahui cara mambaca kode oli mesin agar tidak salah saat hendak membelinya.
Cara Membaca Kode Oli Mesin
Dihimpun dari berbagai sumber, setidaknya ada tiga jenis kode oli mesin yang tertera pada botol, yakni SAE (Society of Automotive Engineers), API (American Petroleum Institut) dan JASO (Japanese Automotive Standart Association)
Pada kode SAE, biasanya merupakan kombinasi angka dengan huruf. Misalnya, 10w-40, atau 20w-50, dan lain sebagainya.
Kombinasi angka tersebut menandakan tingkat kekentalan oli mesin, sehingga Anda bisa memilih pelumas yang sesuai dengan kebutuhan mesin.
Umumnya, semakin kecil angka di depan, akan semakin encer olinya. Huruf W setelah angka di depan menandakan sebagai arti winter atau musim dingin.
Berikut beberapa contoh kode SAE untuk oli dan cara membacanya:
Kode SAE 10w-30
- 10w: Kombinasi angka dan huruf ini menunjukkan tingkat kekentalan oli pada suhu rendah (winter). Semakin rendah angkanya, semakin cair oli pada suhu rendah. Untuk itu, oli dengan angka 10 akan tetap encer meski pada suhu dingin.
- 30: angka ini menunjukkan kekentalan oli ada suhu tinggi (sekitar 100 derjat Celcius), semakin tinggi angka ini, emakin kental oli pada suhu tinggi.
Kode SAE 10w-40
- 10w: Kombinasi angka 10 dan huruf W juga menunjukkan tingkat kekentalan pada suhu rendah.
- 40: angka ini menunjukkan kekentalan oli pada suhu tinggi (sekitar 100 derajat). Angka ini menunjukkan bagaimana oli akan mengental pada suhu tinggi.
Kode SAE 5w-40
- 5w: Angka 5 bermakna oli memiliki viskositas yang lebih rendah pada suhu dingin ketimbang dengan oli 10W. Artinya, oli ini lebih mudah mengalir pada kondisi dingin.
- 40: angka 40 menunjukkan bahwa oli lebih kental pada suhu tinggi ketimbang oli dengan kode 30. Jenis oli ini cocok untuk mesin yang bekerja dengan suhu tinggi.
Kode SAE 20w-50:
- 20w: angka 20 menunjukkan bahwa oli ini memiliki viskositas sedang pada suhu dingin dan lebih kental ketimbang oli dengan kode 10W atau 5W.
- 50: angka 50 bermakna oli lebih kental pada suhu tinggi, seingga cocok digunakan mesin yang beroperasi dalam kondisi panas berat.
Lebih lanjut, pada oli dengan kode API (American Petroleum Institute), Anda bisa melihat 2 tambahan alfabet huruf di belakang kode oli API.
Misalnya, API SN atau API CH, huruf pertama untuk menentukan jika jenis kendaraan bensin dilambangkan dengan kode S, sementara mesin diesel menggunakan kode huruf C.
Untuk alfabet kedua, menjelaskan kualitas yang terbaru dari oli mobil. Contohnya, API SN memiliki kualitas oli yang lebih baik ketimbang API SG. Semakin baru oli, maka kode alphabet akan semakin jauh.
Pada oli dengan kode JASO (Japanese Automotive Standart Association), kode ini hanya diperuntukkan bagi motor, bukan mobil.
Kode JASO pada oli mesin biasanya diikuti dengan MA atau MB. Keduanya mengacu pada kedua pemakaian yang berbeda. Oli dengan kode JASO MA sangat cocok untuk motor dengan kopling basah seperti bebek dan sport.
Baca juga:
Ada juga kode JASO MB yang ditujukan untuk oli matik. Oli JASO MB umumnya digunakan pada motor skutik yang memiliki kopling kering. Jenis oli ini memiliki daya gesekan yang lebih rendah ketimbang JASO MA.
Demikian informasi tentang cara membaca kode oli mesin. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.