SpaceX Berhasil Luncurkan Pendarat Athena, Misi Eksplorasi Bulan Berikutnya
JAKARTA – Misi kedua dari program Commercial Lunar Payload Services (CLPS), proyek untuk mengamati Bulan menggunakan instrumen dan alat dari berbagai mitra swasta, akhirnya diluncurkan.
Setelah mendukung misi peluncuran Blue Ghost milik Firefly Aerospace, NASA menyambut peluncuran wahana milik Intuitive Machine yang disebut Athena. Ini merupakan misi CLPS kedua untuk Intuitive Machine sehingga misinya dinamakan IM-2.
IM-2 berhasil diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX pada Kamis, 27 Februari sekitar pukul 7.18 WIB. Roket ini lepas landas dari Kompleks Peluncuran 39A dengan mengangkut sepuluh muatan.
Sekitar 8,5 menit setelah peluncuran, booster tahap pertama Falcon 9 kembali ke Bumi untuk mendarat di pesawat nirawak A Shortfall of Gravitas. Booster tersebut berhasil mendarat dengan selamat pada pukul 7.27 WIB.
Sementara itu, tahap atas roket tetap melaju untuk menempatkan Athena di orbit injeksi translunar. Jika penempatan selesai dilakukan, tugas SpaceX akan selesai dan Intuitive Machine akan mengambil alih misi hingga pendarat tersebut tiba di Bulan.
Baca juga:
Targetnya, pendarat ini akan tiba di wilayah kutub selatan bulan, tepatnya di Mons Mouton. Trent Martin, Wakil Presiden Senior Sistem Ruang Angkasa Intuitive Machines, berharap bahwa pendarat ini bisa tiba di tempat yang mereka tentukan.
Athena membawa beberapa muatan milik NASA, di antaranya Polar Resources Ice Mining Experiment 1 (PRIME-1), laser retroreflektor, dan beberapa muatan komersial seperti Micro Nova Hopper Buatan perusahaannya sendiri.
Seluruh instrumen yang dibawa memiliki kemampuan dan tugas yang berbeda. Seperti PRIME-1 misalnya, muatan ini dibawa untuk menembus permukaan Bulan hingga ke dalam satu meter. Instrumen ini juga dilengkapi alat pengukur untuk mengamati zat di dalam lubangnya.