Rerata Pendapatan Pertamina Tumbuh 15 Persen Dalam 3 Tahun

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mencatatkan kenaikan kinerja keuangan dalam tiga tahun sebesar 15 persen sejak 2021 hingga 2023.

Wakil Direktur Utama Pertamina Wiko Migantoro mengatakan, Pertamina pada tahun 2022 mendapatkan revenue tertinggi yakni sebesar 84,9 miliar dolar AS.

"Banyak faktor menyebabkan, terutama harga minyak saat itu 97 dolar. Namun secara growth kita bisa lihat 3 tahun ini tumbuh 15 persen," ujar Wiko alam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Kamis, 20 Februari.

Wiko menambahkan, parameter lainnya berupa kinerja pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA tercatat terus tumbuh menjadi 14,4 miliar dolar AS di akhir 2023. Kenaikan juga tercatat pada laba bersih yang tercatat sebesar 4,4 miliar dolar di akhir tahun 2023.

Pada kesempatan yang sama Wiko juga memaparkan kinerja dari masing-masing subholding Pertamina. Di sektor hulu, produksi migas tercatat tumbuh 8 persen selama 3 tahun terakhir. Produksi di hulu juga berhasil menembus angka 1 juta barel oil ekuiven per hari.

"Ini dikontribusi lapangan baru kita terutama di Rokan dan ada aset di luar negeri," papar Wiko.

Sementara di Kilang, lanjut Wiko, yield valuable juga meningkat dan mampu menghasilkan produk-produk bernilai dengan persentase meningkat.

"Kita bisa mengatakan, kilang kita juga sudah mampu memproduksi 100 persen kebutuhan solar nasional. Sementara untuk gasoil kita bisa suplai 40 persen," tandas Wiko.