JAKARTA - Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan yang dioperasikan oleh PT Kilang Pertamina Internasional telah mencapai 92 persen pada minggu pertama Februari 2025.
Direktur Utama KPI Taufik Aditiyawarman mengatakan, proyek yang dilakukan adalah berupa peningkatan kapasitas pengolahan minyak yang sebelumnya sebesar 260.000 barrel per hari menjadi 360.000 barrel per hari.
"Kemudian kompleksitas kilang itu ditingkatkan menjadi NCI 8 kemudian kualitas produk BBM yang dihasilkan dari Kilang Pertamina Balikpapan akan menjadi setara euro V atau kandungan sulfurnya 10 ppm dari yang saat ini masih kita produksikan dengan euro II," ujar Taufik dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Kamis, 20 Februari.
Taufik menambahkan, proyek yang ditargetkan rampung pada September 2025 ini juga meningkatkan yield valuable produknya dari sebelumnya 75,3 persen menjadi 91,8 persen. Adapun produk mix yang akan dihasilkan dari kilang RDMP Balikpapan antaralain BBM, elpiji, dan petrokimia.
BACA JUGA:
Ia merinci, peningkatan produksi BBM sebesar 142.000 barrel per hari, penambahan produksi elpiji sebesar 336.000 ton per tahun, produksi petrokimia berupa propilena mencapai 225.000 ton per tahun yang akan menjadi bahan baku bagi PT Polytama Propindo Balongan.
"Ada upaya-upaya juga yang percepatan yang kami lakukan saat ini adalah satu melakukan monitoring dan controlling progres kontraktor kemudian juga ada perencanaan penambahan reinforcement manpower dan juga untuk pengadaan training dan spare parts oleh Pertamina," tandas Wiko.