Lebanon Tutup Bandara Beirut Selama Pemakaman Mendiang Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah Hari Minggu

JAKARTA - Otoritas penerbangan sipil Lebanon mengumumkan Bandara Internasional Rafik Hariri di Beirut akan ditutup selama empat jam pada Hari Minggu, selama pemakaman mendiang Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah.

"Bandara akan ditutup, dan lepas landas serta pendaratan akan dihentikan pada tanggal 23 Februari 2025, mulai pukul 12:00 siang hingga pukul 4:00 sore," kata otoritas tersebut dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media resmi pada Hari Selasa, dikutip dari Arab News 19 Februari.

Upacara pemakaman akan dimulai pukul 1:00 siang di stadion olahraga di pinggiran selatan Beirut, basis Hezbollah.

Rangkaian pemakaman akan meliputi pidato oleh Pemimpin Hezbollah saat ini Naim Qassem, sebelum dilanjutkan dengan prosesi ke tempat pemakaman Nasrallah.

Hizbullah mengatakan 79 negara akan terlibat dalam peringatan tersebut, baik di tingkat resmi maupun "populer".

Qassem pada akhir pekan menyerukan partisipasi yang luas sebagai unjuk kekuatan kelompok tersebut.

"Kami ingin mengubah pemakaman ini menjadi pertunjukan dukungan dan penegasan rencana dan pendekatan (Hizbullah), dan mengangkat kepala kami tinggi-tinggi," kata Qassem.

Di Teheran, Iran memastikan akan mengirim delegasi tingkat tinggi ke pemakaman mendiang pemimpin kelompok militan Hizbullah akhir pekan ini, meski dibayangi larangan pesawat penumpang Iran terbang ke Lebanon.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei dalam konferensi pers Hari Senin mengatakan, pemakaman Nasrallah akan sangat penting, sehingga Iran akan berpartisipasi tingkat tertinggi, dikutip dari IRNA, kendati tidak merinci lebih jauh siapa yang akan hadir.

Pada Hari Senin, otoritas Lebanon mengumumkan memperpanjang larangan penerbangan masuk dan keluar oleh penerbangan Iran yang berakhir pada 18 Februari.

Pengumuman itu muncul setelah Lebanon minggu lalu menolak izin bagi dua penerbangan Iran untuk mendarat di Beirut, menyusul tuduhan yang dipublikasikan oleh Israel Defense Forces (IDF), Teheran menggunakan pesawat sipil untuk menyelundupkan uang tunai ke Beirut untuk mempersenjatai kelompok teror yang didukung Iran, Hizbullah.

Sebelumnya, pasukan keamanan Lebanon mengatakan kepada AFP, larangan itu muncul setelah Amerika Serikat memperingatkan IDF mungkin akan menembak jatuh pesawat itu.

Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Lebanon mengatakan pada Hari Kamis, mereka telah "menjadwal ulang sementara" beberapa penerbangan, termasuk dari Iran, hingga 18 Februari karena sedang menerapkan "tindakan keamanan tambahan."

Selain pemakaman Nasrallah, pemakaman Hari Minggu juga akan digelar untuk Hashem Safieddine, seorang tokoh senior Hizbullah yang telah dipilih untuk menggantikan Nasrallah.

Qassem mengatakan Nasrallah akan dimakamkan di pinggiran Beirut "di sebidang tanah yang kami pilih di antara jalan bandara lama dan baru."

Sedangkan Safieddine akan dimakamkan di kampung halamannya, Deir Qanun di Lebanon selatan, tambahnya.

Sebelum pemakaman akhir pekan ini, Nasrallah telah dimakamkan sementara di tempat yang dirahasiakan, akibat konflik Hizbullah dan Israel, sambil menunggu situasi aman untuk pemakaman secara normal.