Kementerian Luar Negeri Sebut Iran Tidak Ragu Mempertahankan Program Nuklir Damainya
JAKARTA - Iran telah mempertahankan program nuklirnya dan tidak akan ragu untuk terus melakukannya, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei pada Hari Senin, sehari setelah Israel dan Amerika Serikat berjanji untuk melawan ambisi nuklir Iran.
"Program nuklir damai Iran sedang berlangsung, dan telah berlangsung selama tiga dekade terakhir, berdasarkan hak-hak Iran sebagai anggota dalam Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir, kami pasti tidak akan menunjukkan kelemahan apa pun dalam hal ini," katanya, melansir Reuters 17 Februari
Sebelumnya, Israel dan Amerika Serikat bertekad untuk menggagalkan ambisi nuklir Iran dan pengaruhnya di Timur Tengah, kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Hari Minggu setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Yerusalem.
Israel dan Amerika Serikat bertekad untuk menggagalkan ambisi nuklir Iran dan pengaruhnya di Timur Tengah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Yerusalem.
"Israel dan Amerika bahu-membahu dalam melawan ancaman Iran," katanya.
"Kami sepakat para Ayatollah tidak boleh memiliki senjata nuklir dan juga sepakat agresi Iran di kawasan tersebut harus dihentikan," lanjutnya.
Baca juga:
- Ziarah ke Istana Matahari Kumsusan, Kim Jong-un Siap Abdikan Dirinya untuk Perjuangan Suci
- Rumah Sakit di Gaza Hadapi Krisis Kekurangan Oksigen di Tengah Serangan Israel
- PM Starmer Siap Kirim Tentara Inggris ke Ukraina Sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian
- Menlu AS Rubio Sebut Ukraina dan Eropa akan Jadi Bagian dari Perundingan Damai dengan Rusia
Menlu Rubio pada gilirannya mengatakan: "Di balik setiap kelompok teroris, di balik setiap tindakan kekerasan, di balik setiap aktivitas yang tidak stabil, di balik segala sesuatu yang mengancam perdamaian dan stabilitas bagi jutaan orang yang menyebut wilayah ini sebagai rumah adalah Iran."
Sebelumnya, Menlu Rubio tiba di Israel pada Sabtu malam waktu setempat dalam kunjungan pertamanya ke Timur Tengah.