JAKARTA - Iran yakin kesepakatan mengenai program nuklirnya dengan Amerika Serikat mungkin tercapai asalkan Washington bersikap realistis.
Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menjelang putaran kedua perundingan dengan pemerintahan Donald Trump.
"Jika mereka menunjukkan keseriusan niat dan tidak mengajukan tuntutan yang tidak realistis, tercapainya kesepakatan adalah mungkin," kata Araqchi dalam konferensi pers di Moskow setelah perundingan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dilansir Reuters, Sabtu, 19 April.
Iran mencatat keseriusan Amerika Serikat selama putaran pertama pembicaraan mengenai kesepakatan tersebut, yang berlangsung di Oman minggu lalu, kata Araqchi.
Putaran kedua dijadwalkan pada Sabtu di Roma dan akan diselenggarakan melalui Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.
"Mengingat posisi yang saling bertentangan yang telah kami dengar dari berbagai pejabat AS selama beberapa hari terakhir, kami berharap pihak AS terlebih dahulu memberikan penjelasan dalam hal ini dan menghilangkan ambiguitas serius yang telah muncul mengenai niat dan keseriusannya," kata Baghaei kepada media pemerintah tanpa menjelaskan lebih lanjut.
BACA JUGA:
Iran memberi tahu Amerika Serikat dalam pembicaraan minggu lalu, mereka siap menerima beberapa batasan pada pengayaan uraniumnya tetapi membutuhkan jaminan yang kuat Presiden Donald Trump tidak akan lagi mengabaikan pakta nuklir.
Trump sebelumnya mengancam akan menyerang Iran jika tidak mencapai kesepakatan dengan AS mengenai program nuklirnya, yang menurut Iran bersifat damai tetapi menurut Barat bertujuan untuk membuat bom atom.
"Saya mendukung penghentian Iran, sangat sederhana, dari memiliki senjata nuklir. Mereka tidak dapat memiliki senjata nuklir. Saya ingin Iran menjadi besar dan makmur dan hebat," kata Trump kepada wartawan pada Jumat ketika ditanya apakah dia akan mempertimbangkan untuk membiarkan Teheran mempertahankan program nuklir sipil.