3 Warga Israel yang Disandera Hamas Bakal Dibebaskan, Ditukar 369 Tahanan Palestina
JAKARTA - Sandera Israel Iair Horn, Sagui Dekel-Chen dan Sasha Troufanov diperkirakan akan dibebaskan dari Gaza pada Sabtu setelah mediator Mesir dan Qatar membantu mencegah kebuntuan yang mengancam akan menenggelamkan gencatan senjata rapuh.
Dilansir Reuters, Sabtu, 15 Februari, Kelompok militan Palestina, Hamas, mengatakan ketiganya akan dikembalikan, dengan imbalan 369 tahanan Palestina, sehingga mengurangi kekhawatiran perjanjian tersebut bisa gagal sebelum berakhirnya gencatan senjata selama 42 hari.
Dekel-Chen, warga AS-Israel, Troufanov, warga Israel-Rusia, dan Horn, yang saudara laki-lakinya Eitan juga diculik, ditangkap di Kibbutz Nir Oz.
Hamas sebelumnya mengancam tidak akan melepaskan sandera lagi setelah mereka menuduh Israel melanggar ketentuan gencatan senjata dengan menghalangi bantuan masuk ke Gaza, sehingga menimbulkan ancaman balasan berupa dimulainya kembali pertempuran dari Israel, yang memanggil pasukan cadangan dan menempatkan pasukannya dalam siaga tinggi.
Warga Israel marah dengan kondisi mereka yang kurus dan laporan penganiayaan terhadap tiga sandera yang dibebaskan pekan lalu, namun ada juga protes besar yang menuntut pemerintah tetap menjalankan kesepakatan untuk memulangkan semua sandera.
Baca juga:
Prospek kelangsungan gencatan senjata juga dikaburkan oleh seruan Presiden AS Donald Trump agar warga Palestina dipindahkan secara permanen dari Gaza, dan agar daerah kantong tersebut diserahkan ke Amerika Serikat untuk dibangun kembali, sebuah seruan yang ditolak keras oleh kelompok-kelompok Palestina dan negara-negara Arab.
Hamas bulan lalu setuju untuk menyerahkan 33 sandera Israel, termasuk wanita, anak-anak dan pria lanjut usia, sebagai imbalan atas ratusan tahanan dan tahanan Palestina, selama gencatan senjata enam minggu di mana pasukan Israel akan menarik kembali beberapa posisi mereka di Gaza.
Tercatat 16 dari 33 sandera Israel telah dikembalikan, bersama dengan lima warga Thailand yang diserahkan dalam pembebasan tak terjadwal.
Saat ini 76 sandera masih berada di Gaza, dan hanya sekitar setengahnya yang diperkirakan masih hidup.