130 Orang Ditangkap dalam Operasi Besar-besaran Berantas Sindikat Mafia Sisilia

JAKARTA - Sekitar 130 orang ditangkap dalam operasi besar-besaran terhadap mafia Sisilia di Palermo.

Hal ini menunjukkan kelompok tersebut masih menjadi kekuatan kriminal yang signifikan meskipun mengalami kemunduran dalam beberapa dekade terakhir.

"Cosa Nostra", sindikat mafia yang berbasis di dan sekitar Palermo, meneror Italia pada tahun 1980-an dan 1990-an, namun sejak itu telah diambil alih sebagai mafia paling kuat di Eropa oleh 'Ndrangheta dari Calabria.

Para tersangka yang ditangkap pada Selasa, 11 Februari, didakwa dengan berbagai kejahatan, termasuk perdagangan narkoba, percobaan pembunuhan, pemerasan, perjudian online ilegal dan kepemilikan senjata api ilegal, kata polisi Carabinieri.

Surat perintah penangkapan tambahan dikeluarkan untuk 33 tersangka yang sudah dipenjara karena kejahatan lainnya.

Investigasi mengungkapkan keluarga mafia Palermo mengoordinasikan aktivitas mereka di seluruh kota dan provinsi, seperti yang biasa mereka lakukan di masa keemasan Cosa Nostra, terutama yang berkaitan dengan perdagangan narkoba.

Mereka mengatakan keluarga-keluarga di dalam kota telah mendapatkan kembali otoritas dibandingkan dengan tahun-tahun di mana mereka didominasi oleh faksi dari Corleone – kota di luar Palermo yang merupakan tempat kelahiran bos terkenal Toto Riina dan Bernardo Provenzano.

Para bos zaman kekinian menggunakan teknologi modern untuk menjalankan bisnis mereka, menggunakan ponsel terenkripsi yang diselundupkan ke penjara agar bos yang dipenjara dapat terus menjalankan perintah mereka.

Meski dilemahkan oleh aktivitas penegakan hukum, Cosa Nostra terus menarik minat generasi muda, kata Carabinieri, seraya mencatat mereka mendokumentasikan satu contoh perekrutan baru yang diberi "pelajaran mafia" oleh rekannya yang lebih tua.

Calon mentor tersebut memberikan "instruksi khusus kepada para pemuda tersebut, mengundangnya untuk mengambil contoh perilakunya terhadap orang-orang yang menjadi sasaran pemerasan, dan menasihatinya tentang bagaimana berhubungan dengan para pemimpin mafia," kata pernyataan polisi dilansir Reuters.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, menulis di X, memuji penangkapan tersebut sebagai "pukulan yang sangat keras bagi Cosa Nostra", dan memberikan sinyal yang jelas "perang melawan mafia belum berhenti dan tidak akan berhenti".