Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan Bocah 10 Tahun oleh Ibu Tiri di Medan

MEDAN - Sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah perempuan berusia 10 tahun menangis kesakitan akibat luka melepuh di pahanya viral di media sosial. Bocah berinisial ANQ tersebut diduga dianiaya dan disiram air panas oleh ibu tirinya, FDS, yang merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) di Medan, Sumatra Utara.

Dalam rekaman yang beredar, tampak ANQ menangis tersedu-sedu menahan sakit. Luka memerah di paha kanannya terlihat jelas. Diduga, video ini direkam oleh ayah kandung korban yang ingin mengungkap kejadian tersebut.

Berdasarkan keterangan dalam unggahan video, peristiwa penganiayaan terjadi pada pertengahan Januari lalu di rumah korban di kawasan Jalan Abadi, Kota Medan. Disebutkan pula bahwa FDS bertugas di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Sumatra Utara.

Belum diketahui pasti alasan dugaan penganiayaan tersebut. Namun, akibat kejadian itu, bocah perempuan tersebut mengalami luka bakar yang cukup parah dan harus menjalani perawatan medis.

Dalam unggahan video yang viral, warganet juga meminta agar Kepolisian Daerah Sumatra Utara segera memproses kasus ini secara hukum.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari keluarga korban terkait dugaan penganiayaan tersebut.

"Belum ada laporannya," ujar Gidion.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan terkait kebenaran video tersebut. Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga mengenai dugaan penganiayaan yang dialami ANQ.