Wamen Diana Bahas Kerja Sama dengan Islamic Development Bank di Bidang Infrastruktur

JAKARTA - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti mengadakan pertemuan dengan Country Director and Resident Representative Regional Hub Indonesia Islamic Development Bank (IsDB) Amer Bukvić di kantor Kementerian PU, Jakarta, Rabu, 5 Februari.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas potensi kerja sama di sektor-sektor prioritas Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan itu, Diana menyampaikan apresiasi terhadap hubungan kemitraan yang telah lama terjalin antara Kementerian PU dan IsDB.

"Kami berterima kasih atas dukungan IsDB dalam berbagai proyek strategis di Indonesia. Saya berharap, pertemuan ini dapat semakin memperkuat dan memperluas kerja sama kami di masa mendatang," ujar Diana dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis, 6 Februari.

Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian PU saat ini memfokuskan programnya pada tiga sektor utama.

Diana menekankan, bahwa masih terdapat gap sekitar 6 juta sambungan rumah (SR) untuk akses air bersih di seluruh Indonesia.

Oleh karena itu, pihaknya berharap, IsDB dapat berperan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan ini agar distribusi air bersih ke masyarakat dapat berjalan optimal. Selain itu, Diana juga bilang, peluang kerja sama dalam pembangunan house inlet untuk sistem pengelolaan air limbah perkotaan.

Menanggapi hal tersebut, Amer Bukvić menegaskan komitmen IsDB dalam mendukung pengembangan infrastruktur di Indonesia.

"Kami sangat antusias untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek prioritas Kementerian PU dan ingin meningkatkan kehadiran kami dalam mendukung pembangunan strategis. Indonesia merupakan shareholder terbesar ketiga di IsDB dan kami berkomitmen untuk terus berkontribusi," katanya.

Saat ini, IsDB sedang membiayai proyek Trans South-South Java Road Tahap II, yang bertujuan meningkatkan konektivitas ekonomi di koridor selatan Jawa melalui pembangunan jalan dan jembatan sepanjang 67,8 kilometer di wilayah Yogyakarta dan Jawa Timur.

Proyek tersebut memiliki total pinjaman sebesar 150 juta dolar AS dengan pencairan dana yang telah mencapai 46,42 juta dolar AS atau sekitar 30,95 persen.

Sebelumnya, pada akhir 2024, IsDB telah menyelesaikan proyek Trans South-South Java Road Tahap I yang berlangsung sejak 2019. Proyek itu memiliki total pendanaan sebesar 235 juta dolar AS melalui skema Isthisna serta tambahan 15 juta dolar AS melalui skema Ijarah.