Lubang Raksasa Berongga 40 Meter Telan Truk di Jepang Meluas, Petugas SAR Kesulitan Lakukan Penanganan
JAKARTA - Petugas tanggap darurat atau Tim SAR di Jepang mulai membangun akses masuk ke dalam lubang raksasa di tengah jalan Yashio, Tokyo. Lubang itu telah menelan truk beserta sopirnya pria berusia 74 tahun.
Rongga lubang raksasa itu terus meluas dari 5 meter menjadi 40 meter pada Jumat 31 Januari. Diperkirakaan lebarnya saat ini sepanjang kolam renang Olimpiade.
"Ini adalah kondisi yang sangat berbahaya," kata Kepala Pemadam Kebakaran Yashio, Tetsuji Sato kepada wartawan pada Kamis 30 Januari waktu setempat, dikutip dari AFP.
"Kami berencana untuk membangun lereng (untuk mengakses lubang) dari tempat yang lebih aman sehingga kami dapat mengirim peralatan berat," sambungnya.
Pejabat Yashio memperkirakan penyebab lubang yang membesar tersebut hasil dari pipa pembuangan limbah yang mengalami korosi.
Sementara meluasnya diameter lubang raksasa tersebut diakibatkan terdapat air tanah yang bocor di dalamnya.
Baca juga:
- Mahasiswa hingga Sopir Saeful Bahri Digarap KPK Hari Ini Terkait Kasus Harun Masiku
- Pesawat Jet Bawa 64 Orang Tabrakan dengan Helikopter Angkatan Darat AS
- Inggris-Ukraina Teken Perjanjian 100 Tahun, Kapal Militer Britania Bebas Wara-wiri Dekati Laut Rusia
- DPRD Minta Pemprov DKI Lebih Aktif Tawarkan Pemanfaatan Aset Daerah ke Investor
Sejak munculnya lubang raksasa itu pada Selasa pekan ini, sopir truk yang menjadi korban belum ditemukan. Tanah dan puing-puing menutupi bagian atas truk tersebut.
Di lokasi, puluhan Tim SAR terus berjibaku melakukan penanganan sejak kejadian.
Operasi penanganan diperparah oleh dinding bagian dalam lubang yang sekarang sedalam sekitar 10 meter terus terkikis. Kondisi itu menyebabkan Tim SAR tidak bisa berada terlalu lama di dalam lubang raksasa tersebut.
Pihak berwenang telah menghimbau warga Yashio di Tokyo utara yang berjumlah sekitar 1,2 juta orang mengurangi penggunaan air tanah dalam kebutuhan rumah tangga untuk mencegah kebocoran limbah yang berpotensi mempersulit operasi Tim SAR.