Blue Origin Akan Buat Laporan Investigasi Terkait Gagalnya Pendaratan New Glenn

JAKARTA – Blue Origin telah meluncurkan roket New Glenn pada Kamis, 16 Januari. Di saat pihak perusahaan merasa bahwa peluncurannya berhasil, Badan Penerbangan Federal (FAA) justru menyatakan sebaliknya.

Sebenarnya, peluncuran New Glenn memang tidak berjalan 100 persen seperti rencana. Meski tahap keduanya berhasil mencapai orbit, tahap pertama roket New Glenn gagal mendarat di Jacklyn, kapal pendaratan yang ditempatkan di Samudra Atlantik. 

Setelah peluncuran selesai, Blue Origin tidak menjelaskan mengapa tahap pertama bisa gagal mendarat dan bagaimana situasinya setelah kegagalan terjadi. Perusahaan antariksa itu hanya fokus pada suksesnya peluncuran tahap kedua dan muatan yang dibawa.

"Blue Ring Pathfinder kami mencapai semua tujuan misi kami dalam perjalanan enam jam yang direncanakan setelah dimasukkan ke orbit yang diinginkan oleh New Glenn," kata Kepala Eksekutif Blue Origin, Dave Limp, melalui akun resminya di platform X. 

Namun, FAA tetap fokus pada gagalnya pendaratan tahap pertama. Meniru perusahaan tersebut, ada anomali yang terjadi hingga tahap pertama New Glenn gagal mencapai Jacklyn. Oleh karena itu, Blue Origin harus melakukan investigasi. 

"FAA mengetahui adanya anomali yang terjadi selama misi Blue Origin NG-1 yang diluncurkan dari Cape Canaveral Space Force Station di Florida, pada 16 Januari," kata FAA, dikutip dari Spacenews. "FAA mengharuskan Blue Origin untuk melakukan investigasi kecelakaan."

Selama investigasi dilakukan, Blue Origin akan menganalisis penyebab hingga dampak dari kecelakaan untuk menemukan tindakan perbaikan. Investigasi ini akan melibatkan FAA. Nantinya, lembaga tersebut akan meninjau laporan akhir. 

Jika laporan belum mendapatkan persetujuan dari FAA, Blue Origin tidak dapat meluncurkan New Glenn kembali. Tidak diketahui apakah masalah ini akan memengaruhi jadwal peluncuran New Glenn berikutnya, tetapi Blue Origin telah merencanakan peluncuran pada musim semi.