Tahun 2025, Pilih Mana antara Shiba Inu atau Dogecoin?
JAKARTA - Shiba Inu dan Dogecoin merupakan aset crypto yang menarik untuk dibahas pada awal tahun 2025 sekarang ini. Keduanya merupakan memecoin yang popular di dunia crypto, Bajakan Shiba Inu dianggap sebagai pembunuh Dogecoin, lantas bagaimana prediksinya di tahun baru ini?
Shiba Inu, yang awalnya dianggap sebagai meme coin, kini mulai menunjukkan potensinya sebagai salah satu investasi yang menarik perhatian banyak orang. Diluncurkan sebagai pesaing Dogecoin, Shiba Inu berhasil menarik minat para investor berkat komunitas yang kuat dan pengembangan yang berkelanjutan.
Apa itu Shiba Inu?
Shiba Inu adalah salah satu aset crypto yang menarik perhatian banyak orang, terutama karena statusnya sebagai meme coin. Diluncurkan pada Agustus 2020 oleh individu atau grup anonim yang dikenal dengan nama Ryoshi, Shiba Inu sering dianggap sebagai pesaing Dogecoin.
Meskipun awalnya diciptakan sebagai lelucon, Shiba Inu telah berkembang menjadi ekosistem yang lebih serius dengan berbagai fitur dan produk yang mendukung.
Perkembangan harga Shiba Inu
Dilansir dari Pintu market, harga Shiba Inu hari ini adalah Rp 0,36340843, dengan volume perdagangan mencapai Rp13,94 triliun atau US$528.934.977 dolar AS dalam 24 jam terakhir. Token ini mengalami kenaikan 62,90 persen dibandingkan sehari sebelumnya.
Harga tertinggi sepanjang waktu Shiba Inu terjadi pada 28 Oktober 2020 adalah US$0,00008616. Jika dibandingkan dengan hari ini maka harga tersebut lebih rendah 74,04 persen.
Sedangkan harga terendah sepanjang waktu terjadi pada 28 November 2020 yang mencatatkan harga US$0,0105637. Artinya Shiba Inu mengalami peningkatan hingga 39.678.347,13 persen jika dibandingkan dengan harga terendah sepanjang masa.
Sementara itu, untuk kapitalisasi pasar Shiba Inu (SHIB) saat ini adalah US$13.166.845.349 atau Rp244,37 triliun. Kapitalisasi pasar ini dihitung dengan mengalikan harga token dengan jumlah pasokan token SHIB yang beredar, yaitu 590 triliun token yang dapat diperdagangkan saat ini.
Ekosistem Shiba Inu
Shiba Inu memiliki ekosistem yang terdiri dari beberapa komponen utama:
ShibaSwap
Platform pertukaran terdesentralisasi (DEX) yang memungkinkan pengguna untuk menukar aset crypto, mendapatkan keuntungan melalui staking, dan berpartisipasi dalam liquidity pools.
Leash dan Bone
Selain token Shiba Inu (SHIB) itu sendiri, ekosistem ini juga mencakup dua token tambahan, yaitu Leash dan Bone. Kedua token ini memiliki fungsi dan nilai yang berbeda dalam ekosistem Shiba Inu.
Shib Army
Komunitas yang sangat aktif dan berdedikasi, dikenal sebagai Shib Army, merupakan salah satu kekuatan utama di balik popularitas dan pertumbuhan Shiba Inu. Komunitas ini terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari promosi hingga inisiatif amal.
Mengapa Shiba Inu Populer?
Hingga saat ini, Shiba Inu masih termasuk dalam jajaran aset populer di pasar crypto. Tentu saja, ada banyak alasan yang membuat aset ini tetap menjadi pilihan investasi bagi banyak orang, seperti:
Meme Culture
Seperti Dogecoin, Shiba Inu menarik perhatian banyak orang yang terlibat dalam budaya meme. Kehadiran meme sering kali membawa nuansa humor dan keceriaan, yang sangat menarik bagi banyak pengguna internet.
Komunitas yang Kuat
Shib Army merupakan komunitas yang sangat aktif dan berkomitmen. Komunitas ini sering mengadakan kampanye promosi dan kegiatan amal, yang membantu meningkatkan visibilitas serta reputasi Shiba Inu.
Platform dan Inovasi
Adanya ShibaSwap dan token tambahan seperti Leash dan Bone menunjukkan bahwa Shiba Inu lebih dari sekadar lelucon. Inovasi-inovasi ini memberikan nilai lebih bagi pengguna dan investor.
Mengenal Dogecoin
Dogecoin adalah salah cryptocurrency yang terkenal. Koin ini awalnya diciptakan sebagai lelucon oleh Billy Markus, seorang insinyur perangkat lunak dari IBM yang berasal dari Portland, Oregon, dan Jackson Palmer, seorang insinyur perangkat lunak dari Adobe.
Tujuan Dogecoin adalah untuk menciptakan mata uang digital peer-to-peer yang dapat menjangkau lebih banyak orang dibandingkan Bitcoin, serta menjauhkan koin ini dari sejarah kontroversial yang melibatkan cryptocurrency lainnya.
Popularitas Dogecoin melonjak, dengan kenaikan lebih dari 5.000 persen pada tahun 2021. Salah satu faktor yang mendorongnya adalah CEO Tesla, Elon Musk. Dalam akun Twitter-nya, Elon Musk pernah menyebutkan bahwa Dogecoin adalah mata uang crypto favoritnya.
Logo Dogecoin diambil dari meme populer yang menampilkan kata doge, yang merupakan ejaan salah dari kata dog untuk menggambarkan anjing Shiba Inu asal Jepang. Selain itu, Dogecoin juga merupakan cryptocurrency terdesentralisasi yang berakar dari meme doge.
Dogecoin juga merupakan altcoin dengan basis pengguna yang besar, dan dapat diperdagangkan dengan mata uang fiat serta cryptocurrency lainnya di berbagai bursa exchange crypto terkemuka dan platform investasi ritel.
Cara Kerja Dogecoin
Secara umum, cara kerja Dogecoin mirip dengan koin lainnya seperti Ethereum dan Bitcoin. Dogecoin juga berkembang seiring dengan kemajuan teknologi blockchain. Jaringan ini memanfaatkan kriptografi untuk menjaga keamanan semua transaksi Dogecoin.
Blockchain Dogecoin menggunakan mekanisme konsensus Proof of Work, di mana para penambang memanfaatkan komputer untuk menyelesaikan persamaan matematika yang rumit guna memproses transaksi dan mencatatnya di blockchain.
Sebagai imbalan, penambang akan mendapatkan Dogecoin sebagai hadiah, yang bisa mereka simpan atau jual. Exchange DOGE dengan mata uang fiat pertama, yaitu USD, terjadi pada Januari 2014. Tak lama setelah itu, sebuah bursa yang berbasis di Kanada juga mengumumkan perdagangan DOGE/USD dan DOGE/CAD.
DOGE dapat digunakan untuk melakukan pembayaran dan pembelian, tetapi tidak dianggap sebagai penyimpan nilai. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya batasan pasokan pada jumlah Dogecoin yang beredar.
Blockchain Dogecoin memberikan imbalan kepada para penambangnya dengan menciptakan jutaan Dogecoin baru setiap hari. Ini membuatnya sangat sulit bagi para spekulan harga di pasar, karena harga Dogecoin tidak dapat bertahan stabil dari waktu ke waktu.
Pembayaran menggunakan Dogecoin dilakukan secara peer-to-peer, langsung dari pengirim ke penerima. Banyak cryptocurrency yang mengadopsi jaringan terdesentralisasi berdasarkan teknologi blockchain. Blockchain itu sendiri adalah buku besar terdistribusi yang dikelola oleh berbagai jaringan komputer.
Perkembangan Harga Dogecoin
Dilansir dari Pintu Market, maka harga Dogecoin hari ini adalah Rp 6.169 dengan volume perdagangan mencapai US$4.424.592.164. hal ini memperlihatkan terjadi peningkatan 42,70 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Untuk harga tertinggi sepanjang waktu Dogecoin adalah US$0,7316, yang tercatat pada 8 Mei 2021. Artinya harga DOGE berada 48,69% lebih rendah dibandingkan dengan harga tertinggi sepanjang waktu.
Sementara itu, harga terendah sepanjang waktu untuk Dogecoin (DOGE) adalah US$0,0000869, yang tercatat pada 6 Mei 2015. Jika dibandingkan, harga DOGE meningkat 431.803,46 persen dari harga terendah tersebut.
Itulah beberapa pembahasan terhadap kedua koin meme tersebut. Namun yang harus diperhatikan semua aset crypto memiliki resiko kerugian yang tinggi, karena adanya fluktuasi harga. Oleh karena itu, selalu lakukan riset mandiri terlebih dahulu sebelum berinvestasi dan gunakan uang dingin yaitu dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat dan dapat diinvestasikan ke dalam mata uang crypto.